Berita Bangka Selatan
Harga Bahan Pokok Cenderung Turun, Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan Sidak Pasar
Pemkab Bangka Selatan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan gudang distributor.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan gudang distributor di daerah itu. Langkah ini guna mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok serta memastikan kelancaran pasokan. Hasilnya sejumlah komoditas bahan pangan penyumbang inflasi harganya terus mengalami penurunan.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, sidak bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai upaya pengawasan. Khususnya terhadap persediaan, distribusi dan harga bahan pokok penting yang menjadi kebutuhan masyarakat. Apabila ketiga hal tersebut ada yang tidak lancar maka akan berdampak terhadap lonjakan harga.
"Kami melakukan pengawasan terhadap persediaan bahan pokok. Kita cek di lapangan seperti apa harganya kemudian persediaan," kata Debby Vita Dewi, Kamis (25/9).
Debby Vita Dewi mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan di pasar hampir sebagian besar komoditas mengalami penurunan harga. Misalnya cabai rawit kecil dibanderol dengan harga Rp50.000 per kilogram dari semula menyentuh harga Rp55.000 per kilogram.
Kemudian cabai merah besar turun Rp5.000 dari semula dijual Rp80.000 kini menjadi Rp75.000 per kilogram. Komoditas bawang merah masih stabil dengan harga Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram dan bawang bombai Rp40.000 per kilogram.
Beras jenis medium Rp72.000 per lima kilogram dan beras jenis premium dijual dengan harga Rp79.000 per lima kilogram. Harga telur ayam masih stabil dijual Rp32.400 per kilogram atau dijual Rp1.800 per butir dan telur ayam kampung Rp66.000 per kilogram. Harga gula pasir stabil Rp18.000 per kilogram, minyakita Rp17.000 per liter dan tepung terigu dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram.
"Alhamdulillah tadi saya cek bersama teman-teman beberapa harga bahan pokok sekarang sudah turun," jelas Debby Vita Dewi.
Diakuinya, banyak pedagang yang mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat. Namun, pemerintah daerah terus berupaya memastikan pasokan, distribusi dan harga bahan pokok tetap stabil.
Jangan sampai di tengah lesunya perekonomian masyarakat justru harga kebutuhan pokok malah ikut mengalami kenaikan. Pasalnya, dapat membuat pengendali inflasi kian sulit dilakukan. "Kita hindarkan jangan sampai masyarakat terdampak dengan harga bahan pokok yang tinggi," ucapnya.
Debby Vita Dewi turut memberikan atensi terhadap komoditas kebutuhan rumah tangga yang masih berpotensi mengalami kenaikan. Stabilisasi harga terus diupayakan agar tak terus melonjak, termasuk menjaga stok di pasaran. Mengingat terdapat beberapa komoditas yang belum bisa diproduksi dari dalam daerah.
"Pasokannya kita jaga, jangan sampai ketika permintaan banyak namun barang tidak ada. Sehingga harganya tetap stabil," sebut Debby Vita Dewi. (u1)
Stok Bahan Pokok Aman
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan, memastikan ketersediaan bahan pokok di daerah itu dalam kategori aman. Banyaknya stok bahan pokok diklaim mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, 11 komoditas bahan pokok saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dipastikan stok tersebut mampu mencukupi keperluan masyarakat hingga tiga bulan ke depan bahkan hingga akhir tahun 2025.
Kondisi ini dipastikan setelah pihaknya melakukan pengecekan terhadap sejumlah distributor bahan pokok. "Untuk stok kebutuhan bahan pokok kita pastikan aman hingga tiga bulan ke depan," ujar Debby Vita Dewi, Kamis (25/9).
Menurutnya, dari beberapa gudang dan distributor yang telah dilakukan pengecekan untuk ketersediaan beras premium mencapai 104,5 ton setiap bulan. Begitu pula dengan gula pasir stoknya mencapai 55,5 ton dan minyak goreng mencapai 2.160 liter.
| TNI Dorong Percepatan Olah Lahan di Bangka Selatan |
|
|---|
| 2.747 Warga Manfaatkan Layanan RSUD Kriopanting |
|
|---|
| Pembangunan Sekolah Rakyat Tinggal Tunggu Survei Pusat, Bangka Selatan Siapkan Dua Lokasi |
|
|---|
| RSUD Kriopanting Andalkan Program AIDA dan KEPITING |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Mulai Terapkan WFH Bagi ASN Setiap Jumat, Unit Pelayanan Wajib di Kantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250925-SIDAK-PASAR.jpg)