Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Pasangan Sejoli Nekat Minum Racun Rumput

Sepasang kekasih di Kabupaten Bangka Selatan, nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Tayang:
(Kompas.com)
Ilustrasi racun serangga. 

SIMPANG RIMBA, BABEL NEWS - Sepasang kekasih di Kabupaten Bangka Selatan, nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Pasangan sejoli ini dilaporkan bunuh diri dengan cara meminum racun rumput. Nahasnya, satu orang di antaranya dinyatakan tewas sementara satu orang lainnya masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolsek Simpang Rimba, Iptu Mardian Syafrizal mengatakan kasus percobaan bunuh diri itu dilakukan oleh Iwan Satrio (28) yang tinggal di mes perusahaan setempat dan Lusi (20) warga Desa Bangka Kota. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/9) sekitar pukul 11.00 WIB di Kebun Sawit Dusun 3, Desa Bangka Kota. 

Keduanya diketahui menenggak racun rumput secara bersamaan di lokasi tersebut. "Benar, ada sepasang kekasih yang melakukan percobaan bunuh diri," kata Mardian Syafrizal, Sabtu (27/9).

Mardian Syafrizal memaparkan, peristiwa tersebut bermula ketika Iwan Satrio dan Lusi bertemu di Dusun Trans 2, Desa Bangka Kota. Saat bertemu Iwan Satrio mencoba bertanya kepada Lusi ihwal hubungan dengan seorang pria lain bernama Deny. 

Kala itu Lusi menjelaskan bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan pria tersebut. Dalam kesempatan itu juga Lusi meminta nomor handphone Deny kepada Iwan Satrio. Lusi mencoba memastikan dengan cara menghubungi nomor Deny. Namun, Iwan Satrio tidak mempercayai Lusi. 

Tak berselang lama Iwan Satrio pergi membeli racun untuk memastikan rasa cintanya Lusi. Sebab, sebelumnya Lusi sempat menggertak hendak meminum racun untuk membuktikan hubungannya dengan pria tersebut. Seketika Lusi langsung meminum racun rumput dan langsung jatuh terkapar. Iwan Satrio yang menyaksikan peristiwa itu langsung ikut meminum racun.

"Namun Lusi ini sempat menelpon seseorang bernama Ari Susanti untuk meminta tolong. Temannya langsung ke lokasi dan membawa keduanya ke Puskesmas Simpang Rimba," jelas Mardian Syafrizal.

Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Ari Susanti, korban Lusi sempat menelpon dirinya untuk meminta pertolongan. Saksi melihat Lusi dan Iwan Satrio sudah terbaring. Iwan pun sudah dalam kondisi muntah-muntah, sedangkan Lusi meminta pertolongan agar meminta dibawakan ke Puskesmas Simpang Rimba.

Ari Susanti kemudian menghubungi suaminya untuk melakukan penjemputan menggunakan mobil. Setiba di Puskesmas Simpang Rimba kedua korban langsung diberikan pertolongan medis. Sayangnya karena keterbatasan alat medis yang dimiliki keduanya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang.

Sewaktu di perjalanan kondisi keduanya terus menunjukkan penurunan kesadaran. Setibanya di Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang keduanya langsung menjalani pemeriksaan secara intensif. 

Keesokan harinya pada Jumat (26/9) sekitar pukul 03.00 WIB, korban bernama Iwan dinyatakan meninggal dunia. Sementara korban atas nama Lusi masih menjalani perawatan intensif. "Untuk korban Iwan saat ini sudah dikebumikan di kediamannya," ucapnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved