Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dosen UBB Latih Warga Taman Bunga Budi Daya Hidroponik

Tiga Dosen Program Studi Agroteknologi, Jurusan Pertanian UBB memberikan pelatihan budi daya sayuran berbasis hidroponik.

Istimewa/ dok Rion
IKUTI PRAKTIK -- Peserta pelatihan hidroponik di Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, mengikuti praktik langsung budidaya sayuran dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT) bersama dosen Agroteknologi Universitas Bangka Belitung, Sabtu (27/9/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Tiga Dosen Program Studi Agroteknologi, Jurusan Pertanian Universitas Bangka Belitung (UBB) memberikan pelatihan budi daya sayuran berbasis hidroponik kepada perangkat kelurahan, tim penggerak PKK, dan perwakilan masyarakat Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (27/9).

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya, mendorong pemanfaatan pekarangan rumah warga sebagai Kebun Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tengah digaungkan pemerintah daerah sebagai bentuk urban farming di kawasan pemukiman.

Hadir sebagai narasumber tiga Dosen Pertanian UBB, yakni Rion Apriyadi, M.Si., Deni Pratama, M.Si., dan Herry Marta Saputra, M.Si. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat materi seputar pertanian presisi, berkelanjutan, dan praktik langsung menanam dengan metode hidroponik menggunakan dua model berbeda, yakni sistem statis dan Nutrient Film Technique (NFT).

Ketua Tim Pengabdian, Rion Apriyadi, menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memberikan wawasan sekaligus motivasi kepada masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan secara produktif. "Modul yang digunakan dalam pelatihan ini menggunakan dua jenis, yaitu model statis dan NFT. Harapannya masyarakat bisa memilih sesuai kebutuhan dan kondisi pekarangan," ujar Rion Apriyadi, Minggu (28/9).

Lurah Taman Bunga, Koko Hendarto, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sudah lama direncanakan bersama pihak UBB untuk menjawab keresahan warga terkait pemanfaatan lahan sempit. "Pelatihan hidroponik ini menjadi jawaban atas pertanyaan warga tentang bagaimana memanfaatkan pekarangan rumah agar menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi," katanya.

Pada sesi materi, Herry Marta Saputra memaparkan pengalaman praktisnya membangun usaha hidroponik yang telah digeluti selama delapan tahun terakhir. Ia menekankan bahwa bertani tidak harus bergantung pada lahan luas maupun tanah.

"Budi daya tanaman saat ini bisa dilakukan dengan media lain seperti moss, cocopeat, hingga rockwool. Bahkan sistem hidroponik sudah terbukti sukses di banyak negara maju," jelasnya.

Peserta pelatihan kemudian diajak praktik langsung, mulai dari penyemaian benih, pemotongan media tanam, hingga pembuatan larutan nutrisi hidroponik. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim pengabdi menyerahkan satu unit modul hidroponik NFT berkapasitas 124 lubang tanam kepada Kelurahan Taman Bunga. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved