Berita Bangka Selatan
Petani Rias Berbondong-bondong Jual GKP ke Mitra Bulog
petani di sentra produksi padi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai berbondong-bondong menjual gabah.
TOBOALI, BABEL NEWS - Sejumlah petani di sentra produksi padi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai berbondong-bondong menjual gabah yang baru saja dipanen. Hal ini dilakukan setelah Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bangka kembali melakukan penyerapan gabah semester II. Khususnya pada saat masa panen mulai bulan September-Desember 2025.
Penggilingan Padi Mitra Bulog di Desa Rias, Suparman mengatakan pihaknya kembali melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) petani. Sejak tiga hari terakhir sudah banyak petani menjual gabah yang baru dipanen ke penggilingan mitra.
Bahkan hingga hari ketiga serapan produksi GKP petani sudah mencapai 21,7 ton dan diprediksi masih akan terus bertambah. "Hari pertama ada 5,7 ton, hari kedua enam ton dan hari ini ada 10 ton. Total ada 21,7 ton," kata Suparman, Jumat (26/9).
Diakui Suparman, pihaknya memang telah menghentikan penyerapan GKP petani sejak 5 September 2025. Namun, Perum Bulog kembali mendapatkan penugasan penyerapan kembali per tanggal 23 September 2025.
Adanya penyerapan kembali oleh Bulog ini tidak lepas dari peran pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. "Alhamdulillah, gubernur dan bupati ikut membantu masyarakat. Alhamdulillah sekarang berjalan lagi penyerapan GKP," ujar Suparman.
Seorang petani padi di Desa Rias, Udin (53) mengaku penyerapan GKP dengan harga Rp6.500 per kilogram yang dibeli oleh Bulog sangat membantu petani dari sisi ekonomi. Penjualan GKP tidak lagi serumit saat menjual dengan tengkulak. Petani tak lagi harus melakukan penjemuran gabah untuk kemudian bisa dijual untuk digiling menjadi beras. Tentunya kondisi tersebut tidak membuat petani harus merogoh biaya untuk biaya operasional. "Sejak masuk di Bulog petani lebih mudah, enggak ribet. Harganya mantap," kata Udin. (u1)
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
| Hari Keempat Pencarian Warga Hilang di Sungai Nyireh, Tim SAR Andalkan Alat Khusus CAPE |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Peran Posbankum |
|
|---|
| Hadapi Penilaian Adipura 2026, Bangka Selatan Perkuat Sinergi Lintas OPD dalam Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Usulkan Sumur Bor ke Kementan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250926-PROSES-PENIMBANGAN-PADI.jpg)