Berita Pangkalpinang
Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke Bangka Belitung Masuk Skala Prioritas
Pembangunan fasilitas kesehatan ini pun sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Babel 2025-2029.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam skala prioritas.
Pembangunan fasilitas kesehatan ini pun sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Babel 2025-2029.
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembagan Daerah Provinsi Babel, Joko Triadhi, Selasa (14/10/2025).
"Tahun ini di perubahan kita laksanakan penyusunan studi kelayakannya. Di tahun depan insyaallah sudah kita siapkan anggaran untuk menyusun dokumen DED-nya,” kata Joko.
“Jadi dengan DED itu baru kita tahu berapa kebutuhan biayanya dan yang lain-lainnya. Pembangunan fisik, ya insyaallah di tahun 2027 sudah kita kerjakan," lanjutnya.
Joko menyebutkan, proyek Rumah Sakit Jantung dan Stroke tersebut saat ini sudah masuk tahap studi kelayakan (feasibility study), termasuk lokasi pembangunannya.
"Lokasi itu kan untuk sementara ada tiga alternatif, yakini daerah bandara, belakang GOR Sahabudin, dan satu lagi juga masih di seputaran kompleks perkantoran Provinsi Bangka Belitung," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan, Rumah Sakit Jantung dan Stroke rencananya akan dibangun di kawasan kompleks perkantoran Pemprov Babel, tepatnya di sekitar GOR Sahabudin.
"Provinsi Bangka Belitung diwajibkan punya Rumah Sakit Jantung dan Stroke karena ini untuk keselamatan masyarakat Bangka Belitung," kata Hidayat, Selasa (29/7/2025).
"Target diharapkan tahun depan sudah dibangun, semoga anggaran belanja tambahan ini goal, perkiraan sekitar Rp50 miliar itu cukup, kita bangun ini kepentingan rakyat dan kita amanah. Kami juga memohon doa dan restu dari masyarakat Bangka Belitung," tuturnya.
Hidayat menyebutkan, lokasi pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke tidak boleh jauh dari bandara.
“Ini berdiri sendiri bukan pengembangan dan tidak boleh jauh dari bandara,” ucapnya.
“Kalau emergency, artinya bisa langsung kita bawa ke Jakarta. Artinya, penanganan pertama adalah di rumah sakit kita. Kita mengantisipasi selama ini selama di perjalanan (pasien penyakit jantung maupun stroke–red) ada yang meninggal dunia," lanjut Hidayat.
Selain meningkatkan sektor kesehatan, menurut Hidayat, keberadaan Rumah Sakit Jantung dan Stroke nantinya juga akan memberikan dampak berganda (multiplier effect), di antaranya menambah pendapatan asli daerah (PAD), menyerap tenaga kerja, hingga membuat ikon Babel.
“Kalau bisa di Belitung juga, kalau dua ini sudah ada ya aman. Tetapi kita jangan minta sakit, ini hanya antisipasi," kata Hidayat. (riz)
| Bank Indonesia Sebut Ekonomi Bangka Belitung Masih Bergerak Positif |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden Akan Disalurkan ke Pangkalarang Pangkalpinang |
|
|---|
| Jelang Iduladha 2026, Dispaper Pangkalpinang ‘Pelototi’ Kesehatan Hewan Kurban |
|
|---|
| 1.100 Life Jacket dan 1.100 Jas Hujan untuk Nelayan dan Siswa SMA/SMK di Babel |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Menekan Daya Beli hingga Picu Inflasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20251014_Joko-Triadhi.jpg)