Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Barat

Ibu Hamil dan Balita Dapat Bantuan Makanan Tambahan

Pemkab Bangka Barat melaksanakan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan masalah gizi dan balita bermasalah gizi.

Bangkapos.com/Riki Pratama
BANTUAN -- Ketua Tim Penggerak PKK Bangka Barat Evi Astura, melakukan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan masalah gizi dan balita bermasalah gizi yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (22/10/2025). 

SIMPANG TERITIP, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melaksanakan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan masalah gizi dan balita bermasalah gizi di Kantor Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (22/10). Hal ini dilakukan sebagai upaya penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Ketua TP PKK Bangka Barat, Evi Astura Markus berharap, kegiatan PMT ini dapat membantu menekan angka stunting di Kabupaten Bangka Barat. "Pemerintah Bangka Barat mendukung segala upaya untuk menurunkan angka stunting. Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini dapat melahirkan generasi yang sehat dan cerdas demi mewujudkan Bangka Barat Bermartabat," kata Evi Astura Markus.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Rangkuti menegaskan, kegiatan PMT ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan gizi masyarakat. "Kegiatan ini murni merupakan perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan telah dianggarkan dalam tahun 2025, untuk membantu ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi, termasuk yang berisiko stunting," jelasnya.

Rangkuti menambahkan, Kecamatan Simpang Teritip menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus stunting tertinggi di Bangka Barat sehingga menjadi prioritas penanganan. "Untuk Kabupaten Bangka Barat, Simpang Teritip termasuk kecamatan dengan jumlah stunting terbanyak. Ini menjadi perhatian kami agar dari tahun ke tahun dapat terus menurun hingga masuk kategori bebas stunting," tuturnya.

Ia juga menyebutkan, banyak faktor yang memengaruhi munculnya kasus stunting. "Banyak faktor penyebabnya, bisa karena putus sekolah, kemiskinan, dan hal-hal lainnya," jelasnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved