Jumat, 5 Juni 2026

Berita Belitung

Bapas Kampanyekan Antibully ke Siswa SDN 43 Tanjungpandan

Bapas Kelas II Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, terus berupaya melakukan pencegahan anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Tayang:
IST/Dokumentasi Bapas Kelas IIB Tanjungpandan
SEKOLAH ANTI BULLY - Bapas Kelas II Tanjungpandan, Belitung, bersama SDN 43 Tanjungpandan menggelar Deklarasi Sekolah Anti Bully, Rabu (22/10/2025). Kaur TU Bapas Tanjungpandan Yovie Agustian Putra didampingi guru SDN 43 Tanjungpandan bercengkrama bersama para murid. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, terus berupaya melakukan pencegahan anak berhadapan dengan hukum (ABH), melalui berbagai kegiatan positif dan berkolaborasi bersama instansi terkait.

Melalui inovasi Bapas Berkunjung dan Menginspirasi Siswa Sekolah (Bekisah), Bapas Tanjungpandan bersama SD Negeri 43 Tanjungpandan menggelar deklarasi sekolah antibully di Aula SDN 43 Tanjungpandan, Rabu (22/10).

Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Tanjungpandan bersama Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda memberikan materi Undang-Undang Perlindungan Anak dan Kampanye Antibullying untuk menanggulangi masalah perundungan di kalangan siswa.

Kaur TU Bapas Tanjungpandan, Yovie Agustian Putra menjelaskan, kampanye ini diadakan untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya bullying serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil oleh siswa dan pihak sekolah. Dalam materi yang disampaikannya, bullying menjadi salah satu masalah serius yang dapat merusak mental dan psikologis anak-anak.

"Kami hadir di sini untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan para pendidik bahwa bullying adalah bentuk kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka. Kita semua dan masyarakat, harus bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi setiap anak," ujar Yovie. 

Yovie memberikan inspirasi terkait mengejar masa depan dengan prestasi dan bangga menjadi anak memiliki cita-cita. Kehebatan anak Indonesia harus ditunjukkan dengan adanya empati kepada sesama, serta menghormati orang tua maupun guru. Serta anak-anak harus patuh kepada apapun peraturan karena hal itu merupakan bagian dari pembelajaran disiplin.

"Anak Indonesia harus kita sadarkan sejak dini, untuk menjadi anak yang bangga akan prestasi yang membuat kedua orang tuanya bahagia. Mereka harus sayang secara utuh kepada kedua orang tua, itu bisa menjadi benteng mereka agar tidak menjadi pelanggar hukum," ujarnya.

PK Ahli Muda Bapas Tanjungpandan, Bastian menceritakan pengalamannya sebagai PK yang mendampingi ABH dalam proses diversi. Menurutnya, sekolah sangat penting untuk menciptakan suasana yang mendukung tumbuh kembang mereka secara positif. "Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini tercipta sekolah yang bebas dari kekerasan," tambahnya.

Kepala SDN 43 Tanjungpandan, Ayu Diah Widowaty, menyampaikan apresiasi atas kerja sama pihaknya dengan Bapas Tanjungpandan. Materi yang diberikan sangat menarik dan menggugah tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi guru.

"Terima kasih, ini bukan hanya pengalaman materi antibully tetapi juga memberikan inspirasi bagi anak didik kami, terharu melihat mereka mengikuti kegiatan ini dengan antusias," ujarnya. (dol)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved