Kamis, 23 April 2026

Berita Pangkalpinang

BI Bawa 15 Petani Babel Belajar ke Jawa Timur

Para petani ini diajak belajar langsung ke lapangan, menyerap ilmu dan praktik terbaik dari kelompok tani unggulan di Jawa Timur

Editor: suhendri
Dok. BI Babel
PETANI BABEL BELAJAR KE JATIM - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama para petani asal Babel mengikuti kegiatan capacity building dan benchmarking di Kelompok Tani Sumber Makmur, Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Provinsi Jawa Timur, Selasa (15/10/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Indonesia (BI) Babel dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga inflasi daerah agar tetap terkendali. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama para petani asal Babel mengikuti kegiatan capacity building dan benchmarking di Jawa Timur, 14–15 Oktober 2025 lalu. 

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Indonesia (BI) Babel dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga inflasi daerah agar tetap terkendali. 

Total ada 15 petani asal Babel yang mengikuti capacity building dan benchmarking selama dua hari tersebut.

Mereka merupakan para petani dari berbagai komoditas strategis penyumbang inflasi, seperti padi, cabai, dan bawang merah.

Para petani ini diajak belajar langsung ke lapangan, menyerap ilmu dan praktik terbaik dari kelompok tani unggulan di Jawa Timur yang telah berhasil menerapkan sistem pertanian modern dan efisien.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, mengatakan, penyelenggaraan kegiatan capacity building dan benchmarking tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan di daerah.

Adapun sektor pertanian memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di masyarakat.

"Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan wawasan mereka menjadi hal yang sangat penting agar produktivitas meningkat, biaya efisien, dan hasil pertanian lebih berkualitas," kata Rommy kepada awak media, Kamis (23/10/2025).

Pada Kelompok Tani Sumber Makmur, Desa Miru, Kecamatan Sekaran, para petani Babel tersebut belajar tentang penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian.

Sistem cerdas ini memantau kelembapan tanah, suhu, dan kondisi udara secara real time, terhubung ke gateway yang mengatur sistem irigasi tetes otomatis sesuai kebutuhan tanaman.

Selain itu, mereka juga mempelajari penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) dan penggunaan mulsa plastik untuk mengurangi evaporasi serta pertumbuhan gulma.

Pada Kelompok Tani Harum Tani, Desa Sukoharjo, Kecamatan Bancar, para peserta capacity building dan benchmarking asal Negeri Serumpun Sebalai mendapat pelatihan lengkap mengenai budi daya cabai, mulai dari pembibitan, pengolahan lahan, perawatan, hingga panen dan pemasaran.

Kelompok Tani Harum Tani dikenal dengan inovasinya dalam memanfaatkan hasil panen untuk produk olahan bernilai tambah.

Sementara itu pada Kelompok Tani Luru Luhur, Desa Sukorejo, para petani Bangka Belitung mendalami praktik budi daya bawang merah berkelanjutan.

Di sana, mereka diperkenalkan pada teknik pengendalian hama menggunakan lampu UV dan perangkap kuning yang terbukti mengurangi penggunaan pestisida.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved