Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Ajak Guru Aktif di Media Sosial 

Melalui media sosial, guru bisa turut memperkenalkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada publik secara lebih luas.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
SEMINAR NASIONAL - Seminar nasional PGRI Kota Pangkalpinang berlangsung di aula SMAN 2 Pangkalpinang, Kamis (30/10/2025). Seminar ini menjadi ruang inspiratif bagi mereka untuk memperluas wawasan, berdiskusi tentang tantangan pendidikan modern, serta memperkuat solidaritas dalam semangat "Guru Hebat, Indonesia Kuat." 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif atau akrab disapa Udin, mengajak para guru  untuk aktif menggunakan media sosial sebagai sarana membangun citra positif dunia pendidikan. 

Di era digital seperti sekarang, guru harus mampu beradaptasi dengan teknologi. 

Salah satu platform untuk menunjukkan kiprah dan prestasi para guru adalah media sosial. 

Seruan itu disampaikan Udin saat memberikan sambutan pada seminar nasional PGRI Kota Pangkalpinang di aula SMAN 2 Pangkalpinang, Kamis (30/10/2025).

Melalui media sosial, kata Udin, guru bisa turut memperkenalkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada publik secara lebih luas.

Bahkan, hal itu berpotensi meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi profesi guru tersebut.

"Kalau para guru aktif bermedsos, nama PGRI akan makin dikenal dan mudah ditemukan di Google. Ini penting untuk memperkuat citra positif PGRI di masyarakat," katanya.

Udin pun mendorong para guru untuk mengunggah berbagai aktivitas dan inovasi pendidikan di akun masing-masing, disertai hastag #PGRIMampu, #PGRIHebat, dan #PGRILuarBiasa.

"Mari kita manfaatkan media sosial untuk berbagi hal-hal positif tentang pendidikan. Ajak siswa ikut berpartisipasi dengan konten yang membangun agar reputasi sekolah dan dunia pendidikan kita makin baik," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Udin juga menyinggung fenomena kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) yang kini banyak digunakan di dunia pendidikan.  Ia mengingatkan bahwa AI punya sisi positif dan negatif.

“Kalau digunakan dengan benar, hasilnya bisa luar biasa. Tetapi jika salah arah, bisa menimbulkan dampak yang tak diinginkan. Karena itu, guru harus bisa bijak dalam menyikapi teknologi," kata Udin. 

Dia juga mengingatkan bahwa di balik kemajuan teknologi, peran guru tidak bisa tergantikan, terutama dalam pembentukan moral dan karakter peserta didik.

"Anak-anak sekarang bisa saja lebih cepat belajar teknologi daripada gurunya. Mereka bisa pakai ChatGPT atau cari jawaban di Google. Tetapi yang tidak bisa dilakukan oleh mesin adalah membentuk moralitas dan akhlak. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting," tutur Udin.

Seminar nasional PGRI Kota Pangkalpinang tersebut diikuti oleh ratusan guru dari berbagai sekolah.

Seminar ini menjadi ruang inspiratif bagi mereka untuk memperluas wawasan, berdiskusi tentang tantangan pendidikan modern, serta memperkuat solidaritas dalam semangat "Guru Hebat, Indonesia Kuat." (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved