Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka

Pemkab Bangka Bakal Bangun Kawasan Pecinan di Sungailiat

Lalu lalang kendaraan hingga ramainya aktivitas ekonomi di kawasan Jalan S. Parman Sungailiat dianggap cocok sebagai pusat perekonomi.

Bangka Pos/Arya Bima Mahendra
KAWASAN PECINAN - Ruas Jalan S. Parman Sungailiat yang nantinya bakal dijadikan Kawasan Pecinan. Foto diambil Jumat (28/11/2025). 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Lalu lalang kendaraan hingga ramainya aktivitas ekonomi di kawasan Jalan S. Parman Sungailiat dianggap cocok sebagai pusat perekonomi. Tak hanya itu, potensi wisata dengan mengangkat unsur kearifan lokal dan kekhasan adat dan budaya Tionghoa masih kental terasa.

Terlebih lagi, terdapat Kelentang Kwan Tie Miau tepat di sisi jalan S. Parman yang mempunyai nilai sejarah dan menjadi salah satu kelenteng tertua di Sungailiat. Lokasi tersebut yang nantinya bakal dibangun sebagai Kawasan Pecinan (kampung Cina) di Kota Sungailiat. Ide tersebut ditelurkan langsung oleh Bupati Bangka, Fery Insani.

Fery Insani menyebut, gagasan ini sudah muncul sejak lama, bahkan saat ketika dirinya masih menjadi birokrat sebagai Sekda Kabupaten Bangka. "Tujuan kita membangun ini bukan untuk mengkotak-kotakan, justru kita ingin membangkitkan potensi wisata yang ada di situ," kata Fery Insani, Jumat (28/11).

Nantinya, kawasan tersebut akan disulap dengan ornamen-ornamen yang kental dengan kekhasan masyarakat Tionghoa seperti lampion dan lain-lain. Selain itu, dirinya juga mempunyai gagasan supaya bangunan-bangunan yang ada di sekitar ruas jalan tersebut dicat berwarna merah.

"Jadi ketika ada event-event keagamaan masyarakat etnis Tionghoa seperti imlek, sembahyang rebut dan segala macamnya bisa dilaksanakan di sana," ujarnya.

Dirinya berharap, kawasan itu ke depannya dapat menjadi ikon wisata baru. Oleh karena itu, produk-produk makanan khas masyarakat Tionghoa pun diperbolehkan dijual di sana. "Karena sejatinya kita di Bangka Belitung ini punya sejarah yang besar antara etnis melayu dan etnis tionghoa," katanya.

Kemudian, pembangunan tersebut nantinya akan dimulai dengan membangun gerbang masuk dan gerbang keluar yang bernuansa tinghoa layaknya China Town yang ada di kota-kota besar di penjuru dunia. "Dananya darimana, enggak dari APBD, dananya partisipasi bersama masyarakat. Bisa dengan bantuan perusahaan dan lain-lain. Makanya sekarang kita sedang mengkaji ini," tambahnya.

Pihaknya juga akan melakukan FGD (Forum Group Discussion) mengenai gagasan tersebut dengan tokoh-tokoh masyarakat. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melaksanakan lomba desain kawasan pecinan untuk menarik partisipasi dan ide-ide kreatif masyarakat untuk mendukung program itu.

"Ini bukan hanya gagasan, kita sudah ada gambarannya, pokoknya kerja terus. Sudah kita bikin tempatnya, untuk kampung melayu ada, untuk pecinannya ada, sudah kami rancang," ujarnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved