Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Selatan

Hadapi Dinamika Cuaca yang Semakin Ekstrem, Wabup Debby Minta ASN Siaga Bencana

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mewanti-wanti agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu harus berada dalam kondisi siaga penuh.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi saat memimpin upacara HUT Korpri di Kantor Bupati Bangka Selatan, Senin (1/12/2025). 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mewanti-wanti agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu harus berada dalam kondisi siaga penuh. Hal ini guna menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi pada akhir 2025 dan memasuki tahun 2026. Terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir yang melanda sebagian besar daerah di Pulau Sumatera.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengajak seluruh ASN mengambil sikap siaga. Sikap tersebut dinilai penting sebagai bentuk apel kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca yang semakin ekstrem belakangan ini. Termasuk kondisi geografis yang rawan banjir dan angin kencang, serta tantangan pelayanan publik pada tahun mendatang.

"Saya mengajak seluruh ASN di Kabupaten Bangka Selatan untuk siaga bencana," kata Debby Vita Dewi, Senin (1/12).

Debby Vita Dewi mengakui, ASN siaga bencana menjadi salah satu penekanan penting. Dia menyebut bahwa seluruh ASN, bukan hanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus memahami peran dalam mitigasi, penanganan, hingga pemulihan pascabencana. ASN adalah garda terdepan dalam pelayanan masyarakat, termasuk saat menghadapi kondisi darurat.

Kemampuan ASN untuk cepat tanggap pada situasi bencana menjadi bagian dari kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Setiap organisasi perangkat daerah, kecamatan hingga kelurahan dan desa, harus siap menjalankan fungsi pelayanan strategis ketika keadaan membutuhkan respons cepat. 

Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat, termasuk dalam hal komunikasi risiko, pendataan warga terdampak, hingga penyaluran bantuan di lapangan. "ASN harus siaga bencana. Mengingat belakangan ini bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor rentan terjadi," ujar Debby Vita Dewi.

Menurutnya, ASN harus menjadi penggerak utama transformasi digital pemerintahan agar layanan publik tetap berjalan meski dalam kondisi krisis. Transparansi serta kecepatan informasi digital diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Digitalisasi menjadi instrumen penting untuk mendukung pelayanan saat terjadi bencana.

Mulai dari pelaporan cepat, informasi situasi lapangan, hingga distribusi bantuan. ASN harus menjadi penggerak utama transformasi digital pemerintahan agar layanan publik tetap berjalan meski dalam kondisi krisis. Transparansi serta kecepatan informasi digital diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. "ASN harus mampu bekerja lebih cepat, efisien, inovatif, dan berdaya saing," sebutnya.

Debby Vita Dewi mengajak ASN untuk terus berinovasi dan bekerja sepenuh hati. Ia menekankan bahwa masyarakat menantikan kehadiran ASN yang tidak hanya melayani pada situasi normal, tetapi juga hadir sebagai garda terdepan ketika terjadi bencana di daerah. "Sekaligus mampu memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," pungkas Debby Vita Dewi(u1)

Kawal Harga Pangan
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan, mulai memperketat pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi lonjakan kenaikan harga bahan pokok. Sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada akhir tahun hingga cuaca ekstrem.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Deka Indra menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi sejak kini. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga. Termasuk distributor utama dan Bank Indonesia, melalui mekanisme Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Kami yang juga merupakan TPID akan mengantisipasi inflasi di daerah menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Deka Indra, Sabtu (29/11).

Menurutnya, setiap momentum hari besar keagamaan nasional konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Kondisi ini kerap memicu kenaikan harga dan memperlebar potensi inflasi daerah. Oleh karena itu,pemerintah daerah tidak sekadar menunggu laporan kenaikan harga, tetapi melakukan pemantauan aktif di pasar-pasar tradisional dan gudang distributor.

Termasuk melakukan operasi pasar murah secara bertahap di sejumlah titik strategis agar menjangkau masyarakat yang lebih luas. Setiap kegiatan diprioritaskan pada wilayah dengan potensi kenaikan permintaan tertinggi. 

"Jadi memang kami selalu mengantisipasi hal-hal yang terkait kenaikan harga barang-barang pokok tersebut dengan operasi pasar," ucap Deka Indra. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved