Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Cabai Rawit di Pangkalpinang Tembus Rp120.000 per kg, Tertinggi di 2025 

Harga cabai rawit di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, terus merangkak naik.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
HARGA CABAI NAIK - Pedagang di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, menata cabai, Kamis (11/12/2025). Harga cabai rawit di pasar tersebut terus merangkak naik hingga tembus Rp120 ribu per kilogram akibat minimnya pasokan. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Harga cabai rawit di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, terus merangkak naik.

Harganya hari ini bahkan menembus Rp120.000 per kilogram atau tertinggi sepanjang tahun 2025.

Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Ratu Tunggal, Natan (23), mengatakan, kenaikan harga cabai rawit tersebut dipicu oleh minimnya pasokan. 

"Beberapa hari lalu, Minggu kemarin masih di harga Rp95 ribu per kilogram. Sekarang naik sampai Rp120 ribu karena stok sedikit sekali. Kami cuma dapat cabai lokal Bangka Belitung dan itu pun tidak banyak," kata Natan kepada Bangkapos.com, Kamis (11/12/2025).

"Tahun ini, ini (Rp120.000 per kilogram–red) yang paling tinggi. Stoknya memang sangat terbatas," lanjutnya.

Natan menyebut, harga normal cabai rawit berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Namun, minimnya pasokan membuat harga meroket hingga tiga kali lipat.

Selain cabai rawit, komoditas cabai besar atau cabai merah panjang juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp95.000 per kilogram. Padahal, harga normalnya berkisar Rp60.000 per kilogram.

"Biasanya mereka (pembeli–red) beli banyak. Sekarang banyak yang kurangi jumlah pembelian karena kemahalan," ujar Natan.

Pedagang berharap pasokan cabai kembali normal dalam waktu dekat agar harga bisa turun sehingga masyarakat kembali bergairah untuk membeli.

Sementara itu, bawang merah justru menunjukkan tren penurunan harga dari Rp55.000 per kilogram pekan lalu menjadi Rp48.000 per kilogram.

Adapun harga bawang putih stabil di rentang Rp28.000 per kilogram. 

Tak lepas dari cuaca ekstrem

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Kota Pangkalpinang Andika Saputra, mengatakan, lonjakan harga cabai rawit hingga menembus Rp120.000 per kilogram tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. 

Menurut Andika, cuaca yang tidak menentu membuat sebagian besar petani cabai lokal dan luar daerah mengalami gagal panen sehingga pasokan menjadi sangat terbatas.

"Kenaikan harga cabai rawit sampai Rp120 ribu per kilogram ini karena cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi. Banyak petani kita yang gagal panen. Stok cabai lokal memang minim, itu yang membuat harga melonjak," kata Andika kepada Bangkapos.com, Kamis (11/12/2025).

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved