Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Tingkat Keasaman Tanah Tinggi, Sawah di Rias Terancam Gagal Panen

Tingginya tingkat keasaman tanah menyebabkan pertumbuhan padi terhambat sehingga hasil panen menurun drastis dalam dua musim tanam terakhir

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
PERIKSA TANAMAN PADI - Muhidin, seorang petani padi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengecek tanaman padinya, Jumat (2/1/2026). Tingginya tingkat keasaman tanah membuat pertumbuhan padi tidak merata dan berpotensi menurunkan hasil panen. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Tingginya tingkat keasaman tanah pada lahan sawah di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi ancaman bagi keberlangsungan produksi padi petani.

Tingginya tingkat keasaman tanah menyebabkan pertumbuhan padi terhambat sehingga hasil panen menurun drastis dalam dua musim tanam terakhir. Bahkan, ada petani yang sampai gagal panen.

Petani pun berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi konkret agar lahan sawah kembali produktif.

Muhidin (50), salah satu petani di Desa Rias, hanya bisa pasrah melihat hamparan lahan sawah seluas satu hektare miliknya terancam gagal panen karena tingginya tingkat keasaman tanah.

Sesekali ia mencoba memeriksa kondisi tanaman padi di lahan sawah tersebut, Jumat (2/1/2026).

Tingginya tingkat keasaman tanah membuat pertumbuhan padinya tidak merata. 

Sejumlah bibit padi tampak tumbuh kerdil di lahan sawah milik Muhidin.

Air sawah tampak keruh berwarna kuning keemasan dengan lapisan mengilap menyerupai minyak di permukaannya.

“Di sini pH tanahnya cukup tinggi sekali,” kata Muhidin kepada Bangka Pos.

Muhidin menambahkan, berdasarkan uji yang dia lakukan, tingkat keasaman (pH) tanah di lahan sawah tersebut hanya berada di angka sekitar 0,4, jauh di bawah standar ideal untuk pertumbuhan padi yang berkisar antara 6,5 hingga 7.

Padahal jika pH normal, pertumbuhan padi akan bagus dan hasil produksinya meningkat.

Muhidin menyebutkan, kondisi tersebut telah berlangsung selama dua musim tanam terakhir, khususnya pada indeks pertanaman (IP) 200 dan IP-300 yang berlangsung pada akhir tahun 2025 lalu. 

Dia mengungkapkan, dari satu hektare lahan sawah, hasil panen yang didapatkan saat ini hanya sekitar 30 karung per hektare.

Angka tersebut jauh dari hasil ideal yang seharusnya bisa dicapai apabila kondisi tanah normal.

Dalam kondisi keasaman netral, petani bisa mendapatkan lebih dari 60 karung gabah kering panen per hektare.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved