Berita Bangka Barat

Rutan Mentok Miliki Klinik Terakreditasi

Rutan Mentok, Bangka Barat, kini telah memiliki Klinik Pratama Armelia berstandar nasional dan sejajar dengan fasilitas kesehatan pada umumnya.

Istimewa/ Rutan Mentok
KLINIK -- Rumah Tahanan (Rutan) Mentok, memiliki Klinik Pratama Armelia berstandar nasional dan sejajar dengan fasilitas kesehatan pada umumnya, melayani Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), keluarga WBP, pegawai rutan, masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan. 

MENTOK, BABEL NEWS - Rumah Tahanan (Rutan) Mentok, Bangka Barat, kini telah memiliki Klinik Pratama Armelia berstandar nasional dan sejajar dengan fasilitas kesehatan pada umumnya. Klinik tersebut tidak hanya melayani warga binaan pemasyarakatan (WBP), tetapi juga dibuka untuk keluarga WBP, pegawai rutan, masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan.

"Keberadaan klinik tersebut harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar," harap Kepala Rutan Mentok, Andri Ferly, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Kamis (8/1).

Ia menyampaikan, pihaknya ingin menepis pandangan umum bahwa layanan kesehatan di balik jeruji besi bersifat seadanya. "Kami ingin membuktikan bahwa rutan bukan lagi tempat yang suram dalam hal pelayanan dasar, ini adalah bukti bahwa standar medis di sini dapat setara dengan fasilitas kesehatan publik di luar sana," ujarnya.

Ia menjelaskan, klinik di lingkungan rutan memiliki peran yang jauh lebih kompleks dibandingkan faslitas kesehatan lainnya. Karena keberadaannya juga harus mampu mendeteksi dini dan memitigasi risiko kesehatan terhadap penghuni rutan.

Andri Ferly menyampaikan, proses untuk meraih predikat ini membutuhkan perjuangan panjang. Mulai dari pembenahan sarana prasarana, penguatan prosedur operasional standar (SOP), hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Akreditasi tersebut menjadi bukti bahwa manajemen klinik, fasilitas medis, jaminan mutu dan kompetensi tenaga kesehatan di Rutan Muntok telah memenuhi standar nasional dari Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Muhammad Sapi'i Rangkuti mengakui, Klinik Rutan Mentok menjadi klinik pertama di lingkungan Lapas dan Rutan di wilayah Babel yang berhasil meraih predikat akreditasi.

Ia menjelaskan, klinik ini menjadi solusi untuk mengurangi beban puskesmas di wilayah Mentok. Mengingat hanya ada satu puskesmas yang menampung para peserta BPJS yang jumlahnya sangat banyak.

"Kami sebenarnya sudah lama membina seluruh klinik pratama agar segera terakreditasi. Di Rutan Mentok sendiri, hanya dalam tiga bulan masa jabatan Pak Firly sebagai Karutan, beliau sudah berhasil membawa klinik ini meraih akreditasi," ujar Rangkuti.

Ketua Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (Laskesi) Babel, dr. Mecky Muchlis menilai, akreditasi klinik merupakan nilai tambah yang signifikan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

"Akreditasi ini merupakan syarat wajib bagi klinik yang ingin bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan adanya akreditasi ini, para pasien nantinya bisa langsung merasakan standar pelayanan yang lebih terjamin," harapnya. (*/riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved