Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Barat

Nelayan Mentok Hilang Kontak di Perairan Karang Berang-berang, Tim SAR Cari Sejak Malam Hari

Nelayan M Adnan Sahid (67) asal Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dikabarkan hilang kontak saat melaut di Perairan Karang Berang-berang.

Dokumentasi Tim SAR Pangkalpinang
CARI NELAYAN HILANG -- Tim SAR gabungan masih terus mencari nelayan Mentok, Adnan Sahid (67) yang hilang kontak di perairan Karang Berang Berang, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (10/1/2026). 

MENTOK, BABEL NEWS - Seorang nelayan bernama M Adnan Sahid (67) asal Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dikabarkan hilang kontak saat melaut di Perairan Karang Berang-berang, Jumat (9/1) pukul 21.01 WIB. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang langsung melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Informasi awal diterima Kansar Pangkalpinang pada Jumat malam dari keluarga korban. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Mentok segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Komandan Unit Pos SAR Mentok, Fajar Permana, menyampaikan, korban diketahui bernama M Adnan Sahid (67), warga Gang Wanapura, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok. Korban berangkat melaut pada Kamis (8/1) sekitar pukul 16.00 WIB dari Pantai Batu Rakit menuju fishing ground di Perairan Karang Berang-berang.

"Biasanya korban sudah kembali pada keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga Jumat malam korban belum kembali. Sehingga nelayan setempat bersama keluarga melakukan pencarian awal, sebelum akhirnya melapor ke pihak SAR," kata Fajar Permana, Sabtu (10/1) pagi.

Ia mengatakan, Tim SAR gabungan bergerak pada pukul 21.19 WIB menuju Dermaga PT Timah dan selanjutnya menggunakan RIB 03 menuju lokasi kejadian. Perkiraan waktu tiba di lokasi pencarian (LKP) sekitar pukul 22.45 WIB.

"Korban diketahui menggunakan perahu kayu berwarna kuning abu-abu dengan panjang sekitar 5 hingga 6 meter. Hingga laporan ini disampaikan, korban masih dalam status dalam pencarian," jelasnya.

Diakuinya, operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Rescuer USS Mentok, Polairud Bangka Barat, serta nelayan setempat. Dengan dukungan sarana berupa kendaraan personel, RIB, kapal nelayan, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan pendukung lainnya.

"Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang relatif berawan, kecepatan angin sekitar 8 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,4 meter. Namun pencarian di malam hari terkendala jarak pandang yang terbatas," tambahnya.

Hingga Sabtu (10/1) siang, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian nelayan tersebut. Korban belum ditemukan, sementara kondisi cuaca dan keterbatasan jarak pandang menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika mengatakan, operasi pencarian menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung.

"Semoga upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil dan korban segera ditemukan," kata Mikel Rachman Junika, Sabtu (10/1).

Diakui Mikel, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang menerjunkan tim penyelamat untuk mencari seorang nelayan. "Dari semalam kami menerima informasi tersebut dan langsung menerjunkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban," jelasnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved