Berita Bangka Selatan
Bangka Selatan Pertahankan Status Lumbung Pangan
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat posisinya sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat posisinya sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Caranya melalui upaya pembenahan dan peningkatan infrastruktur pertanian, khususnya pada sektor persawahan. Langkah ini dilakukan seiring dengan arahan pemerintah pusat agar daerah-daerah sentra pangan mampu menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika bilang Kabupaten Bangka Selatan hingga saat ini masih ditetapkan sebagai daerah lumbung pangan, terutama untuk komoditas tanaman pangan. Status tersebut, harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendukung agar produksi pertanian tetap optimal.
Oleh karena itu, pihaknya tengah menyiapkan serangkaian usulan pembangunan irigasi dan konservasi air ke pemerintah pusat demi menjaga produktivitas lahan tanaman pangan. "Jadi sesuai dengan arahan kementerian, Kabupaten Bangka Selatan tetap menjadi daerah lumbung pangan khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Risvandika, Selasa (13/1).
Risvandika menjelaskan perbaikan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten saat ini difokuskan pada sarana pendukung pengelolaan air di kawasan persawahan. Infrastruktur tersebut antara lain jalur cacing, saluran tersier, pintu air skala kecil, hingga jaringan irigasi sederhana yang langsung bersentuhan dengan lahan sawah milik petani.
Selain melakukan perbaikan di tingkat kabupaten, pihaknya juga aktif mengusulkan berbagai pembangunan infrastruktur kepada pemerintah pusat. Salah satunya long storage alias bangunan penampung air memanjang yang dibuat di saluran alami atau buatan untuk menyimpan air dalam jumlah besar dalam jangka waktu relatif lama.
Dalam konteks pertanian dan irigasi, long storage berfungsi sebagai cadangan air yang sangat penting, terutama saat musim kemarau, sehingga kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi. "Kita mengusulkan kepada kementerian terutama untuk pembangunan konservasi air," ujar Risvandika.
Meski berbagai rencana pembangunan telah disusun, Risvandika mengakui bahwa hingga saat ini pekerjaan fisik belum dapat dilaksanakan sepenuhnya. Pemerintah daerah masih menunggu instruksi serta kepastian anggaran dari Kementerian Pertanian yang akan diturunkan ke daerah.
Ia optimistis, jika pembangunan infrastruktur tersebut dapat direalisasikan, maka proses peningkatan kualitas dan kuantitas lahan tanaman pangan di Bangka Selatan akan berlangsung lebih cepat. "Harapannya, tata kelola air maupun lahan yang telah teroptimalkan bisa menjadi lebih optimal lagi. Sementara lahan-lahan yang belum teroptimalkan bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya, sehingga berdampak langsung pada peningkatan produksi pangan," pungkas Risvandika. (u1)
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
| Hari Keempat Pencarian Warga Hilang di Sungai Nyireh, Tim SAR Andalkan Alat Khusus CAPE |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Peran Posbankum |
|
|---|
| Hadapi Penilaian Adipura 2026, Bangka Selatan Perkuat Sinergi Lintas OPD dalam Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Usulkan Sumur Bor ke Kementan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260102-Kepala-Dinas-Pertanian-Pangan-dan-Perikanan-Kabupaten-Bangka-Selatan-Risvandika.jpg)