Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

Target PAD Pangkalpinang Naik Rp11,3 Miliar, Bakeuda Percepat Digitalisasi Layanan Pajak

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menetapkan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp250,7 miliar

Editor: suhendri
Bangkapos.com
Sekretaris Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Syamsul Bachri. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menetapkan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp250,7 miliar.

Angka ini naik Rp11,3 miliar dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp239,4 miliar.

Sekretaris Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang, Syamsul Bachri, mengatakan, kenaikan target PAD tersebut mencerminkan optimisme pemerintah daerah dalam menggali potensi pendapatan, khususnya dari sektor pajak dan retribusi daerah.

"Target PAD 2026 memang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Kami optimistis, dengan strategi yang telah disiapkan, potensi PAD dapat tergali lebih maksimal," ujar Syamsul kepada Bangka Pos, Senin (19/1/2026).

Untuk mencapai target PAD 2026, kata Syamsul, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan mempercepat digitalisasi layanan pajak dan retribusi daerah.

Digitalisasi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kemudahan layanan bagi masyarakat.

Menurut Syamsul, sistem layanan berbasis digital tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memperluas jangkauan pelayanan serta mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak.

"Dengan digitalisasi, proses menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. Harapannya, kepatuhan wajib pajak juga ikut meningkat," katanya. 

Selain digitalisasi, Bakeuda Kota Pangkalpinang juga akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah.

Upaya ini dilakukan melalui pembaruan dan validasi data wajib pajak maupun objek retribusi agar seluruh potensi pendapatan daerah dapat terdata dengan baik.

"Pembaruan data sangat penting. Dengan data yang akurat, penagihan dan pengawasan bisa dilakukan lebih efektif sehingga potensi PAD tidak ada yang terlewat," tutur Syamsul.

Tidak hanya itu, Bakeuda Kota Pangkalpinang juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.

"Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah provinsi agar setiap potensi PAD di Pangkalpinang dapat tergarap secara maksimal," ucap Syamsul. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved