Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Selatan

Desa Bangka Kota Andalkan Usaha Ayam Petelur

Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, mengandalkan usaha ayam petelur setelah adanya pemangkasan anggaran dana desa.

Istimewa/ Dok Suhar SP
HASIL PETERNAKAN AYAM -- Penjabat Kades Bangka Kota, Suhar SP, menunjukkan hasil telur dari peternakan ayam petelur BUMDes, Rabu (21/1/2026). Peternakan tersebut dikembangkan melalui Dana Desa untuk memenuhi kebutuhan pangan warga desa. 

SIMPANG RIMBA, BABEL NEWS - Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, mengandalkan usaha ayam petelur setelah adanya pemangkasan anggaran dana desa sebesar 66,3 persen pada tahun 2026 ini. Diketahui, Desa Bangka Kota mengalami pemotongan dana desa hingga 72,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2025, pagu dana Desa Bangka Kota tercatat sebesar Rp1.237.205.000. Namun pada tahun 2026, berdasarkan pagu indikatif yang diterima desa, alokasi dana desa hanya sebesar Rp342.049.000. 

Penurunan tajam ini memaksa pemerintah desa melakukan penyesuaian besar-besaran dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). "Untuk Desa Bangka Kota mengalami pemangkasan anggaran dana desa sebesar 72,36 persen atau Rp895.156.000," kata Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangka Kota, Suhar SP, Rabu (21/1).

Di tengah keterbatasan anggaran tersebut kata Suhar SP, Pemerintah Desa Bangka Kota tetap berupaya menjaga ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Caranya melalui program peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Harapan Jaya. Program ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis desa untuk bertahan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi. 

Suhar menjelaskan, latar belakang pemilihan program ayam petelur didasari oleh kebutuhan masyarakat akan telur sebagai sumber protein. Selama ini, pasokan telur di Desa Bangka Kota bergantung pada pasokan dari luar desa. Bahkan luar kabupaten dan provinsi, yang masuk melalui tengkulak. 

Program ayam petelur mulai dijalankan sejak tahun 2023 dan telah melalui proses musyawarah desa. Program tersebut tertuang dalam musyawarah desa tentang rencana kerja pemerintah desa (RKPDes) tahun anggaran 2023. Kemudian ditetapkan dalam Peraturan Desa Nomor 3 tahun 2022 tentang RKPDes tahun 2023 tertanggal 22 Juli 2022.

Pada tahap awal tahun 2023, Pemerintah Desa Bangka Kota mengalokasikan dana desa sebesar Rp195.730.000 melalui skema penyertaan modal kepada BUMDes Harapan Jaya. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan kandang, pengadaan peralatan, serta pembelian 500 ekor ayam petelur. 

Selanjutnya, pada tahun 2025, desa kembali melakukan penyertaan modal sebesar Rp251.321.398. Dengan tambahan tersebut, saat ini BUMDes Harapan Jaya memiliki dua kandang ayam petelur dengan total populasi mencapai 1.000 ekor ayam lengkap dengan peralatan pendukungnya.

"Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan telur masyarakat secara mandiri, meningkatkan gizi protein warga, serta merintis usaha peternakan ayam petelur agar desa mampu memenuhi kebutuhan telur dari dalam desa sendiri," jelas Suhar SP.

Saat ini, produksi telur mencapai rata-rata 940 butir per hari, sementara sekitar 60 ekor ayam masih dalam masa remaja menuju masa bertelur. Sistem pemasaran dilakukan melalui BUMDes. Baik dengan penjualan langsung di lokasi, pemesanan melalui media sosial, hingga layanan cash on delivery (COD) ke luar desa dan daerah sekitar. 

Program ini juga telah membuka lapangan kerja baru bagi warga desa, khususnya sebagai penjaga kandang dan petugas operasional. Meski kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) baru akan dicatat secara resmi pada tahun 2026, Suhar menyebut usaha ini sudah mulai memberikan hasil. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved