Berita Bangka Barat
DKPP Bangka Barat Cari Petani Dukung Program Hilirisasi Perkebunan
DKPP Kabupaten Bangka Barat terus melakukan pencarian calon petani dan calon lokasi (CPCL) untuk mendukung program hilirisasi perkebunan nasional.
MENTOK, BABEL NEWS - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat terus melakukan pencarian calon petani dan calon lokasi (CPCL) untuk mendukung program hilirisasi perkebunan nasional.
Diketahui, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan ratusan hektare lahan perhutanan sosial dalam program ini. Lahan tersebut bakal difokuskan untuk pengembangan komoditas strategis seperti kakao, kopi, kelapa, lada, pala, dan jambu mete, termasuk melalui program replanting dan penanaman baru.
Kepala DKPP Bangka Barat, Azmal AZ mengatakan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi sedang bersaing untuk mendapatkan program tersebut. Menurutnya, Bangka Barat lebih unggul karena memiliki Indikasi Geografis (IG) Muntok White Pepper.
"Di kita ini sayangnya sudah banyak ke tanaman kelapa sawit. Habis itu banyak lagi lahan untuk pemukiman, jadi masih mencari calon petani dan calon lokasi (CPCL) tadi itu," kata Azmal AZ, Kamis (22/1).
Ia menjelaskan, mekanisme penetapan calon petani lada penerima bantuan tergolong cukup rumit. Menurutnya, alokasi yang diterima mencapai 100 hektare, namun bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bibit lada. Melainkan juga mencakup komponen pendukung lainnya.
Karena itu, sebelum anggaran didapat, terlebih dahulu harus ditetapkan calon petani penerima serta calon lokasi. "Sebelum dapat anggaran harus ada calon penerima dan calon lokasinya. Setelah ada CPCL, kelompok tadi membuat proposal pula. Itulah berdasarkan anggaran itu, mereka sudah bekerja. Tetapi tidak semudah itu, deadlinenya segeralah," katanya.
Ia menyampaikan, pengembangan lada saat ini telah mendapat dukungan dari kementerian melalui produk turunan. Sehingga pengelolaannya tidak lagi hanya berfokus pada lada dalam bentuk butiran. Tetapi juga diarahkan ke hilirisasi agar memiliki nilai tambah yang lebih kuat.
"Lada sekarang ini produknya pengelolaan tidak lagi butiran, bagaimana untuk turunanya, lebih mantap lagi. Ini program untuk mendukung kejayaan lada bisa dimanfaatkan masyarakat," harapnya.
Azmal AZ menuturkan, saat ini terjadi persaingan pengembangan komoditas lada antara daerah di Sulawesi dan Bangka Belitung, yang sama-sama memiliki potensi untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Lagi berebut antara Sulawesi dengan kita, mereka punya lada juga. Tetapi lada kita brand diakui internasional dan itu ada Indikasi Geografis (IG)-nya. Tujuan IG untuk patennya, berbeda dengan lada di Babel khusus di Bangka Barat, dibandingkan dengan provinsi lain," katanya. (riu)
| Fokus Jaringan Sekolah dan Fasilitas Kesehatan, Pemkab Bangka Barat Data Blank Spot Desa |
|
|---|
| Kenaikan Harga Lada Tak Pengaruhi Minat Menanam di Bangka Barat, Petani Lebih Pilih Tanam Sawit |
|
|---|
| 21 Personel Polres Bangka Barat Ikut Seleksi PAG 2026 |
|
|---|
| DKUP Bangka Barat Janji Pasokan LPG 3 Kg Normal dalam Dua Hari |
|
|---|
| 14 Polisi Dapat Penghargaan Satyalencana Pengabdian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260121-Kepala-DKPP-Kabupaten-Bangka-Barat-Azmal.jpg)