Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka

Januari 2026, Sudah Ada 20 Kasus DBD di Kabupaten Bangka

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka per Januari tahun 2026 sudah mencapai 20 kasus.

Tayang:
Dok istimewa
FOGGING DBD - Kegiatan penyemprotan fogging untuk mencegah penyebaran DBD di lingkungan tempat tinggal warga di Kabupaten Bangka beberapa waktu lalu. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka per Januari tahun 2026 sudah mencapai 20 kasus yang tersebar di Kecamatan Sungailiat, Riausilip dan Belinyu. Gerakan membersihkan lingkungan dari sampah dan aktivitas-aktivitas pencegahan lainnya dianggap penting untuk menekan angka DBD di Kabupaten Bangka.

Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra mengatakan, di tengah kondisi cuaca panas saat ini harus dijadikan momentum yang tepat untuk membersihkan sampah di lingkungan-lingkungan yang padat penduduk.

"Membersihkan sampah harus dilakukan sejak dini, apalagi penyebaran DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini biasanya banyak terjadi di lingkungan yang tidak bersih," kata Boy Yandra, Senin (2/2).

Ia mengakui, kegiatan-kegiatan pembersihan tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kasus DBD di Kabupaten Bangka tahun ini, supaya tidak melonjak seperti tahun lalu.

Ia melanjutkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, jumlah kasus DBD tahun 2025 lalu mencapai 384 kasus. "Penyakit DBD masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka karena dan tingkat penyebaran terbilang tinggi," jelasnya.

Dirinya optimistis, kasus DBD tahun ini dapat turun ketimbang tahun sebelumnya asalkan masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menanamkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
"Terutama menjaga kebersihan ingkungan masyarakat, karena diketahui jentik nyamuk aedes aegypti suka berkembang di lingkungan yang tidak dijaga kebersihan termasuk berkembang biak di genangan air," ungkap Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Babel ini.
Ia memastikan, puluhan penderita DBD tahun 2026 tersebut sudah ditangani oleh tim medis di masing-masing puskesmas. "Termasuk juga sudah dilakukan tindakan fogging nyamuk sebagai salah satu satu cara untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa penyebab DBD," ujarnya.
Dirinya juga berpesan kepada masyarakat untuk memahami gejala-gejala DBD seperti nyeri otot, demam tinggi, sakit kepala, mual dan muntah. "Segera ke puskesmas jika menemukan gejala-gejala seperti itu untuk segera diberikan perawatan dan penanganan medis," jelasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved