Senin, 13 April 2026

Berita Belitung

PLN UP3 dan BPBD Belitung Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2026.

Editor: suhendri
Ist/Dok. PLN UIW Babel
PERAGAKAN PENGGUNAAN APAR – Khairudin, anggota Regu III BPBD Kabupaten Belitung, memperagakan cara menggunakan APAR kepada para pegawai dan TAD PLN UP3 Belitung. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Belitung menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran di kantor PLN UP3 Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung sebagai bentuk komitmen PLN dalam memperkuat budaya keselamatan kerja serta meningkatkan pemahaman pegawai terhadap bahaya kebakaran dan cara penanganannya secara cepat dan tepat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi bahaya api di lingkungan kerja, jenis-jenis kebakaran, serta pengenalan alat pemadam api ringan (APAR) beserta fungsinya. 

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penggunaan APAR yang benar serta teknik pemadaman api menggunakan peralatan tradisional seperti karung basah sebagai upaya penanganan awal kebakaran.

Manager PLN UP3 Belitung, Megantara Vilanda Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun budaya K3 yang kuat di lingkungan kerja PLN.

“Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran, adalah kompetensi wajib bagi seluruh pegawai PLN. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya api dan cara menggunakan APAR, kami berharap seluruh insan PLN dapat bertindak cepat dan tepat sebelum kondisi darurat semakin membesar,” ujar Megantara dalam rilis yang diterima Bangka Pos, Minggu (1/2/2026).

Ia menambahkan bahwa simulasi tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan personel dan peralatan keselamatan kerja yang tersedia di lingkungan kantor.

“Melalui kegiatan ini, kami menguji kesiapan pegawai, peralatan APAR, serta koordinasi dengan BPBD. Harapannya, tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil dalam praktik sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin,” tutur Megantara.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Belitung serta Plt Kasi Penanganan Darurat Logistik dan Kebakaran, Harozi, menyampaikan pentingnya edukasi dan latihan langsung kepada pegawai dalam menghadapi potensi kebakaran di tempat kerja.

“Kebakaran sering terjadi karena kelalaian kecil dan kurangnya pemahaman dalam penggunaan alat pemadam. Melalui sosialisasi dan praktik langsung ini, kami ingin memastikan setiap pegawai mengetahui jenis APAR yang digunakan serta langkah-langkah pemadaman awal, termasuk dengan metode sederhana seperti karung basah jika APAR tidak tersedia,” kata Harozi.

Dia juga mengapresiasi PLN UP3 Belitung yang secara konsisten melibatkan BPBD dalam kegiatan peningkatan kapasitas keselamatan kerja.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya kebakaran, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat,” ujarnya.

Simulasi tanggap darurat ini melibatkan seluruh pegawai PLN UP3 Belitung dengan skenario kebakaran ringan yang mencakup praktik pemadaman api menggunakan APAR, serta pemadaman api dengan media tradisional berupa karung basah sebagai bentuk edukasi penanganan awal kebakaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026 dan sekaligus mendukung upaya PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, andal, dan berkelanjutan. (*/shi)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved