Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Barat

Bangka Barat Jadi Daerah Tertinggi Inflasi di Babel

Kabupaten Bangka Barat menjadi kabupaten dengan inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Bangka Belitung.

Tayang:
Bangkapos.com/Riki Pratama
INFLASI BANGKA BARAT – Statisisi Ahli Madya BPS Kabupaten Bangka Barat, Rahimin Encu Winarti. Kabupaten Bangka Barat menjadi kabupaten dengan inflasi year on year (y-on-y) tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan kabupaten dengan inflasi month to month (m-to-m) tertinggi kedua di Babel setelah Tanjungpandan, Belitung. 

MENTOK, BABEL NEWS - Kabupaten Bangka Barat menjadi kabupaten dengan inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Bangka Belitung dan menjadi kabupaten dengan inflasi m-to-m tertinggi kedua di Babel setelah Tanjungpandan Belitung. 

Diketahui, Kabupaten Bangka Barat mengalami inflasi y-on-y sebesar 5,36 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,36 persen. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Statisisi Ahli Madya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat, Rahimin Encu Winarti mengatakan, inflasi tahunan y-on-y komoditas pendorong andil inflasi terbesar, cukup tinggi dari tarif listrik 2,40 persen, emas perhiasan 0,77 persen, udang basah 0,49 persen, ikan kembung 0,30 persen, dan jeruk 0,26 persen.

"Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara y-on-y Kabupaten Bangka Barat tertinggi 5,36 persen. Tetapi secara keseluruh kabupaten/kota mengalami inflasi," kata Rahimin Encu Winarti, di kantor BPS Bangka Barat, Senin (2/2) sore.

Ia juga menambahkan, secara pola wilayah kepulauan di Sumatera memiliki karakteristik yang sama, yakni sangat bergantung pada pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah. "Pada Januari gelombang laut yang cukup tinggi. Menyebabkan distribusi barang sempat terhambat, yang kemudian memicu terjadinya inflasi," jelasnya.

Asisten II Setda Bangka Barat, Heru Warsito mengatakan, pemerintah daerah, terus berupaya mengendalikan komoditas penyumbang inflasi dengan mendorong peningkatan produksi. "Langkah itu dilakukan melalui penguatan kembali aktivitas nelayan, pengembangan tanaman hortikultura, serta perluasan area tanam," kata Heru Warsito.

Selain itu, pemerintah daerah juga berfokus menjaga kelancaran distribusi agar ketersediaan bahan pangan tetap terjaga dan harga dapat dikendalikan. "Upaya tersebut kita nilai penting, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri, di mana kebutuhan masyarakat biasanya meningkat," ujarnya.

Ia menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama semua pihak agar stabilitas harga tetap terjaga di daerah. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved