Senin, 8 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Dukung Pengembangan Aplikasi Berbasis QRIS untuk Bayar Retribusi Daerah

Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan komitmennya untuk mendukung digitalisasi sistem pembayaran daerah.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan komitmennya untuk mendukung digitalisasi sistem pembayaran daerah melalui pengembangan aplikasi berbasis QRIS untuk pembayaran retribusi sampah dan berbagai jenis retribusi lainnya. 

Dukungan terhadap pengembangan sistem pembayaran nontunai tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pelayanan publik dan peningkatan transparansi pengelolaan retribusi daerah.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna kepada wartawan seusai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Aplikasi QRIS dalam Pembayaran Retribusi Sampah, Senin (9/2/2026), di ruang pertemuan Bapperida Kota Pangkalpinang.

Diskusi tersebut digelar bersama ISB Atma Luhur Pangkalpinang dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

"Kami sangat mendukung. Saat ini, kami sedang menyiapkan pohon proses sistem pembayaran nontunai, apakah nantinya menggunakan berbagai aplikasi atau satu aplikasi terpadu. Konsepnya untuk pembayaran retribusi sampah, retribusi parkir, PBB (pajak bumi dan bangunan), hingga restoran agar terintegrasi dalam satu sistem," kata Dessy.

Ia menyebut sistem tersebut belum sepenuhnya siap digunakan karena masih dalam tahap pengembangan.

Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memastikan seluruh tahapan berjalan matang sebelum sistem pembayaran nontunai diluncurkan secara resmi ke masyarakat.

Dessy juga menyadari bahwa setiap inovasi baru pasti akan menghadapi tantangan di lapangan, termasuk potensi pro dan kontra dari masyarakat.

Namun, menurutnya, digitalisasi adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.

“Mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kita harus digitalisasi,” ujar Dessy.

“Kendala di masyarakat, seperti belum paham teknologi, itu hal yang wajar, dan itu akan kami antisipasi melalui sosialisasi," sambungnya.

Dessy memastikan, sistem pembayaran digital akan disosialisasikan secara menyeluruh sebelum diterapkan secara luas.

Tujuannya agar sistem tersebut dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.

"Jangan sampai kita tertinggal. Di kota-kota besar, sistem seperti ini sudah biasa. Tetapi tentu kami akan luncurkan dengan persiapan yang matang dan sosialisasi terlebih dahulu," tutur Dessy.

Digital dan manual

Wakil Rektor III ISB Atma Luhur Pangkalpinang, Yurindra, mengatakan, pengembangan aplikasi pembayaran retribusi sampah berbasis QRIS merupakan bagian dari program lomba nasional mahasiswa Indo Village.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved