Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Bahaya Minum Es saat Berbuka Puasa

Di bulan suci Ramadan, segelas minuman dingin kerap menjadi primadona saat azan magrib berkumandang.

Tayang:
Pixabay
Ilustrasi batu es 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Di bulan suci Ramadan, segelas minuman dingin kerap menjadi primadona saat azan magrib berkumandang. Sensasi segar setelah seharian menahan lapar dan haus memang sulit ditolak. Namun, di balik kenikmatan itu, ada risiko kesehatan yang patut diwaspadai.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, dr Tri Wahyuni, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi es saat berbuka puasa. "Beberapa orang percaya bahwa konsumsi es saat berbuka puasa bisa membuat badan terasa lebih segar. Nyatanya, minum es saat berbuka puasa bisa berdampak kurang baik terhadap kesehatan jika tidak dikonsumsi dengan bijak," ujar Tri Wahyuni kepada Bangkapos.com, Senin (23/2).

Menurutnya, selama berpuasa kurang lebih 13 jam, sistem pencernaan tubuh berada dalam kondisi istirahat. Saat waktu berbuka tiba, organ pencernaan membutuhkan proses adaptasi untuk kembali bekerja optimal.

"Minuman dengan suhu sangat dingin berpotensi memperlambat kerja enzim dan asam lambung. Akibatnya, sebagian orang bisa mengalami mual, kembung, hingga gangguan pencernaan ringan," jelasnya.

Tak hanya itu, sensasi dingin ekstrem juga dapat memicu rasa ngilu pada gigi dan tenggorokan, terutama bagi mereka yang memiliki gigi sensitif.

Dinkes juga menyoroti kemungkinan munculnya keluhan seperti sakit kepala atau migrain pada sebagian orang setelah mengonsumsi minuman yang terlalu dingin. Suhu ekstrem dapat memicu respons pembuluh darah yang berujung pada rasa tidak nyaman.

Selain itu, kebiasaan mengunyah es secara berlebihan dikenal dengan istilah pagophagia, yang termasuk dalam gangguan makan pica. Jika dibiarkan, kebiasaan ini berisiko merusak enamel gigi dan menyebabkan masalah kesehatan mulut.

Hal lain yang tak kalah penting adalah faktor kebersihan. Es yang dibuat dari air tidak higienis berpotensi menjadi media berkembangnya bakteri dan kuman. "Pastikan es yang dikonsumsi berasal dari sumber yang bersih dan proses pembuatannya higienis," tegas Tri Wahyuni.

Berbuka puasa sejatinya dianjurkan dengan cara yang sederhana dan menyehatkan. Air putih suhu ruang atau minuman hangat dapat menjadi pilihan awal sebelum mengonsumsi makanan dan minuman lainnya.

Menikmati minuman dingin sesekali bukanlah hal yang sepenuhnya dilarang, namun perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. (u2)

SARAN DINKES
1. Memastikan es berasal dari air matang dan bersih
2. Menghindari es dari sumber yang tidak jelas
3. Memperhatikan sanitasi tempat pembelian
4. Tidak mengonsumsi es secara berlebihan
5. Tetap segar tanpa risiko

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved