Berita Bangka
Bahas Usulan Kawasan Militer di Jelitik, Fery Insani Sudah Temui KASAL
Bupati Bangka, Fery Insani mengaku, telah bertemu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) membahas soal usulan kawasan militer di Jelitik.
SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Bupati Bangka, Fery Insani mengaku, telah bertemu langsung dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) membahas soal usulan kawasan militer di Jelitik. Pasalnya menurut dia, usulan kawasan militer tersebut menjadi salah satu opsi solusi terhadap pendangkalan Muara Air Kantung Jelitik yang sudah terjadi berlarut-larut.
Fery Insani menjelaskan, sisi luar Muara Jelitik terdapat Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang mengatur tentang Peraturan Zonasi (PZ). "Zona Jelitik itu bukan zona tambang, zonanya zona perikanan tangkap pada mil tertentu. Makanya dia bukan tambang, kecuali memang PT Timah yang punya IUP di dalam itu. Maka dia harus pekerjaannya pengerukan bukan penambangan, itu kalau menurut saya," kata Fery Insani, Selasa (10/3).
Diakuinya, zona yang merupakan zona pengerukan dan bukan zona tambang tersebut maka harus dilakukan pengerukan. Kata dia, pengerukan tersebut merupakan kewajiban negara dan bukan kewajiban orang lain. "Dulu karena negara tidak punya uang, maka diberikanlah kepada pihak ketiga. Polanya, pihak ketiga mengeruk alur dan kemudian mendapat material yang dia jual," jelasnya.
Sebagai opsi solusi atas pendangkapan muara tersebut, Fery Insani menyebut bahwa dirinya telah menghadap KASAL secara langsung beberapa waktu lalu terkait usulan kawasan militer di Jelitik sehingga kapal perang bisa masuk di sana.
Menurutnya, ketika kapal perang masuk di jelitik, maka pendangkalan muara tersebut dapat teratasi dengan dikeruk. "Untungnya buat Pemda, nelayan bisa lewat. Jadi kalau saya bilang wacana memasukan kapal itu (kapal perang-red) enggak bohong, itu benar. Mau cara apa lagi soal itu," ungkapnya.
Sedangkan untuk skema usulan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Fery Insani menyebut bahwa ada banyak sekali aturan-aturan yang harus dipenuhi. "Kalau PSN ini banyak sekali aturan dan segala macamnya. Makanya alternatif kita supaya masuk kapal perang, nanti AL (TNI AL-red) yang melakukan pengerukan-pengerukan. Kepentingannya unruk pertahanan negara, keuntungannya untuk nelayan," ujarnya.
Lebih lanjut, ditanyai soal respon KASAL mengenai ide dan usulan tersebut, Fery Insani menyebut bahwa KASAL akan menugaskan anak buahnya untuk mengkaji hal itu. "Kalaupun memang nanti terjadi pengerukan, kami minta dikaji secara akademik sehingga kita tahu apakah itu merusak terumbu karang atau tidak, terjadi abrasi atau tidak," ucapnya.
Kemudian, ditanyai solusi jangka pendek mengenai pendangkalan alur muara tersebut, Fery Insani mengatakan, saat ini yang terpenting nelayan bisa lewat. "Sekarang yang penting kan bisa lewat. Makanya kita minta kalau jadi pangkalan (militer-red), maka ada alasan untuk pertahanan, jadi pemeliharaan alurnya untuk pertahanan," pungkasnya. (u2)
| Program Beasiswa SDM Sawit 2026 Sediakan 5.000 Kuota Nasional |
|
|---|
| Keberadaan Kamaludin Masih Misterius, Tim SAR Kembali Sisir Kawasan Desa Tugang Bangka Barat |
|
|---|
| 52 Warga Kecamatan Mentok Bangka Barat Terima Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Gratis |
|
|---|
| Lindungi Anak di Ruang Digital, Bangka Selatan Siap Implementasikan PP Tunas |
|
|---|
| Kapolres Bangka Selatan Pimpin Sertijab Tiga PJU, Kasi Humas dan Dua Kapolsek Berganti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260227_Fery-Insani.jpg)