Minggu, 19 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Cabai Rawit Lokal di Pangkalpinang Tembus Rp120 Ribu per Kg

Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, naik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
CABAI RAWIT - Pedagang menata cabai rawit merah di lapaknya di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/3/2026). Menjelang Idulfitri, harga cabai rawit merah dari luar daerah mengalami lonjakan hingga menjadi Rp90 ribu per kilogram. Adapun harga cabai rawit lokal sudah menyentuh Rp120 ribu per kilogram. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, naik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Kenaikan harga signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah.   

Pantauan Bangka Pos di Pasar Ratu Tunggal, Selasa (17/3/2026), harga cabai rawit merah dari luar daerah tembus Rp90 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Adapun harga cabai rawit merah lokal yang sebelumnya berkisar Rp90 ribu per kilogram naik menjadi Rp120 ribu per kilogram. 

Feby, salah satu pedagang, mengatakan, kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir menjelang Lebaran.

"Memang, biasanya menjelang Lebaran harga cabai naik. Sebelumnya masih di kisaran Rp60 ribu, sekarang sudah Rp90 ribu per kilogram," kata Feby saat ditemui Bangka Pos, Selasa (17/3/2026). 

"Kalau untuk (harga) bawang merah masih normal. Tetapi pembeli masih sepi, belum terlalu ramai. Padahal stok aman, tidak ada kendala," ujarnya.

Menurut Feby, pola belanja masyarakat menjelang Lebaran tahun ini cenderung berubah.

Pembelian dilakukan dalam jumlah yang bervariasi, mulai dari eceran hingga per kilogram, namun intensitasnya belum setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Boy, pedagang lainnya, menyebutkan, harga cabai rawit lokal Bangka saat ini mencapai Rp120 ribu per kilogram.

"Memang tinggi sekarang, apalagi yang lokal Bangka bisa sampai Rp120 ribu," katanya.

Menjelang Lebaran tahun ini, Boy mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

"Kalau tahun kemarin, H-7 Lebaran saja sudah ramai orang belanja. Sekarang H-4 masih sepi, pembelian juga masih lambat," ujarnya.

Boy menilai kondisi tersebut berbeda mengingat harga sejumlah komoditas pada tahun ini relatif masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Padahal kalau dibandingkan, harga tahun ini juga masih mahal, tetapi pembeli terasa berkurang," tuturnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved