Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Bangka Barat

Markus Minta ASN Lebih Kreatif Sebagai Pelayan Publik

Markus meminta kepada para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya dapat berinisiatif dan kreatif dalam bekerja sebagai pelayan publik.

Tayang:
Dokumentasi
PELANTIKAN - Bupati Bangka Barat, Markus saat melakukan pelantikan Solihin sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Gedung OR 1 Sekretariat Daerah Bangka Barat, Senin (16/3). 

MENTOK, BABEL NEWS - Bupati Bangka Barat, Markus meminta kepada para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya dapat berinisiatif dan kreatif dalam bekerja sebagai pelayan publik. Hal ini disampaikannya usai acara pelantikan 29 CPNS menjadi PNS, di Gedung Aparatur Pemkab Bangka Barat, Selasa (31/3).

"PNS di kita ini kurang inisiatif, harus menunggu perintah, perintah bupati, kepala dinas. Makanya saya, kadang-kadang agak sebel. Kita diangkat menjadi pejabat harus inisiatif, masak harus nunggu perintah, ya kan. kecuali menyangkut kebijakan berdampak luas, itu harus ke bupati. Kerja harus inisiatif, kita harus berbenah tantangan ke depan makin berat," ujar Markus.

Ia menyampaikan, di tengah tantangan berkurangnya transfer ke daerah (TKD), serta dana bagi hasil (DBH) yang belum terbayarkan, pihaknya mendorong berbagai inovasi, selain menekankan pentingnya disiplin dan kerja keras. 

"Tantangan TKD banyak berkurang, DBH belum terbayarkan, makanya banyak berinovasi, selain disiplin dan rajin. Sudah jadi PNS harus rajin, nanti saya evaluasi, kepala OPD bertanggung jawab terhadap jajarannya," ujarnya.

Ia menegaskan, para pegawai harus bekerja secara disiplin, berdedikasi, dan memiliki kredibilitas, serta mampu menghadirkan inovasi sebagai agen penggerak. "Jangan monoton saja, selama ini kan, kita tahu, saya harus mengkritik, kadang pegawai kita ini mohon maaf, banyak yang tidak mempunyai inisiatif. Kita ingin bekerja yang memiliki inisiatif, memberikan perubahan," tegasnya.

Markus menjelaskan, kinerja kepala OPD dan pejabat pimpinan tinggi pratama bakal dievaluasi setiap tahun. Seiring dengan perjanjian kinerja yang telah dibuat. Menurutnya, evaluasi tersebut dilakukan untuk mendorong penilaian pemerintah pusat yang lebih baik. Serta mengingatkan bahwa OPD yang tidak bekerja optimal harus siap dievaluasi.

"Makanya, satu tahun kinerja dari kepala OPD, hingga pejabat jabatan tinggi pratama kami lakukan evaluasi. Saya sudah membuat perjanjian kenerja, nanti saya evaluasi setiap tahun, kita ingin penilaian dari pemerintah pusat baik. OPD tidak bisa bekerja, siap-siap evaluasi," pungkasnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved