Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Ayam Kampung di Pangkalpinang Tembus Rp100 Ribu per Kg Jelang Cengbeng 

Kenaikannya pun signifikan, mencapai Rp35 ribu-Rp40 ribu per kilogram.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Rindu Venisa Valensia
AYAM KAMPUNG - Pembeli memilih ayam kampung di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (31/3/2026). Harga naik ayam kampung di Pasar Ratu Tunggal naik hingga menjadi Rp100 ribu per kilogram menjelang cengbeng. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Tingginya permintaan menjelang cengbeng atau tradisi ziarah kubur tahunan masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur, membuat komoditas ayam kampung di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mengalami kenaikan harga.

Kenaikannya pun signifikan, mencapai Rp35 ribu-Rp40 ribu per kilogram.

Pantauan Bangka Pos di Pasar Ratu Tunggal, Selasa (31/3/2026), lapak penjual ayam kampung ramai didatangi pembeli yang datang silih berganti.

 Suara kokok ayam terdengar bercampur dengan riuh suara tawar-menawar.

Aktivitas jual beli berlangsung cukup intens. Dalam waktu singkat, pembeli terus berdatangan, baik secara individu maupun berkelompok.

Bahkan, terlihat satu kelompok yang terdiri dari tiga orang membeli hingga 10 ekor ayam kampung sekaligus untuk kebutuhan mereka.

Salah satu pedagang ayam kampung, Tinar, mengatakan, harga komoditas tersebut mengalami lonjakan cukup tinggi menjelang cengbeng.

Menurutnya, hal ini karena meningkatnya permintaan, sedangkan ketersediaan ayam kampung mulai terbatas. 

“Biasanya (harga ayam kampung) cuma Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp100 ribu,” ujar Tinar.

“Sekarang stok agak kurang, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Permintaan (saat ini) meningkat,” katanya. 

Pola pembelian dalam jumlah banyak ini menunjukkan tingginya kebutuhan ayam kampung menjelang cengbeng.

Ayam kampung digunakan sebagai salah satu sajian saat tradisi cengbeng.

Tinar menyebutkan, pembeli cenderung memilih ayam yang sudah dipotong dan dibersihkan.

“Biasanya langsung dipotong, bersih,” ucapnya.

Dalam beberapa hari ke depan mendekati tradisi cengbeng, permintaan ayam kampung diperkirakan masih akan terus meningkat. (mg2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved