Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka

Kabupaten Bangka Miliki Satgas Karhutla

Memasuki musim kemarau, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Bangka semakin marak terjadi.

Tayang:
Bangkapos.com
Plh Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Memasuki musim kemarau, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Bangka semakin marak terjadi. Bahkan, hampir setiap hari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Dinas Satpol PP Kabupaten Bangka menerima laporan karhutla tersebut. Masing-masing karhutla tersebut diketahui rata menghangus hutan atau lahan seluas 1-2 hektare.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangka membentuk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) sebagai upaya kesiapsiagaan dan antisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan dengan cara terpadu dan berkelanjutan.

Plh Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengatakan, Satgas Karhutla dibentuk sebagai jawaban atas ancaman kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kabupaten Bangka yang terbilang cukup tinggi. "Satgas Karhutla akan melakukan monitoring peringatan dan deteksi dini karhutla dengan menggerakan potensi sumber daya yang ada di wilayah masing-masing," kata Achmad Suherman, Rabu (1/4).

Menurutnya, Satgas Karhutla melakukan identifikasi wilayah yang rawan terbakar setiap tahun untuk dilakukan pengawasan yang lebih ketat, serta meningkatkan patroli rutin. Satgas Karhutla tersebut dibentuk dengan melibatkan personel TNI, Polri, BUMN, BUMD, pihak kecamatan, kelurahan dan pemerintah desa, petugas Damkar, Satpol PP sebagai anggota Satgas melekat serta masyarakat.

"Volume hutan yang terbakar saat musim kemarau tersebut terbilang cukup luas jika diakumulasikan dalam setiap bulan," jelasnya.

Ia menambahkan, peristiwa karhutla yang terjadi disebabkan oleh banyak hal, mulai dari dugaan unsur kesengajaan dengan alasan membuka lahan, pembakaran sampah tanpa diawasi hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Ia berharap, dengan dibentuknya Satgas Karhutla akan membantu pihak Damkar dalam pencegahan dan penanganan kebakaran, sebab tim Damkar selama ini tidak hanya membantu dalam memadamkan api yang membakar hutan, melainkan pula membantu pemadaman jika ada rumah warga yang kebakar.

"Dalam sehari itu bisa 2-3 kali laporan kebakaran. Dari bulan puasa hingga pasca-Lebaran ini sudah ada sekitar 60 hektare lebih lahan yang terbakar," pungkasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved