Jumat, 5 Juni 2026

Berita Belitung Timur

Pasutri Alami Mesin Perahu Mati di Tengah Laut

Pasangan suami istri asal Belitung Timur mengalami kejadian mencekam usai perahu yang mereka tumpangi mengalami mati mesin.

Tayang:
posbelitung.co
BERHASIL EVAKUASI -Muhammad Iqbal saat tiba di Dermaga Nelayan Sabang Ruk, Desa Pembaharuan, Kelapa Kampit, Jumat (3/4). Iqbal bersama istrinya sempat terjebak dalam situasi darurat setelah perahu mengalami mati mesin. 

KELAPA KAMPIT, BABEL NEWS - Pasangan suami istri asal Belitung Timur mengalami kejadian mencekam usai perahu yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah kepungan cuaca buruk, Jumat (3/4).

Kejadian bermula saat pasangan ini berangkat dari Pelabuhan Nelayan Sabang Ruk, Desa Pembaharuan, Kecamatan Kelapa Kampit sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka memacu perahu menuju Pulau Pekandis yang menjadi lokasi favorit memancing.

Namun, memasuki pukul 10.05 WIB suasana cerah seketika berubah. Langit mulai menggelap dan angin kencang mulai bertiup yang menandakan cuaca buruk akan segera datang.

Melihat kondisi alam yang tidak bersahabat, Iqbal selaku suami memutuskan untuk segera kembali ke daratan. Naasnya, saat sedang dalam perjalanan pulang mesin perahu tiba-tiba mengalami kerusakan dan mati total.

Iqbal dan istrinya terjebak dalam situasi darurat. Mereka terombang-ambing tanpa daya, sementara tidak ada satu pun perahu nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi pada saat itu. "Tadi jam 11.00 kuranglah mulai itu (mati mesin). Kami berusaha mencari pertolongan nelayan sekitar yang mau balik ke daratan, tapi ditunggu lama tidak ada yang lewat," ujar Iqbal.

Dalam kondisi perahu yang terus terombang-ambing, Iqbal tak henti berusaha menghubungi orang di daratan. Namun, upaya tersebut berkali-kali gagal karena buruknya sinyal ponsel.

Iqbal tak menyerah. Ia membiarkan perahunya sedikit berhanyut sambil terus memantau layar ponselnya. Harapannya mereka mendapatkan sinyal untuk mengirimkan pesan darurat. "Tadi nunggu sinyal dulu. Agak berhanyut sedikit, sekitar jam 12.00 kurang baru ada sinyal setelah jangkar diturunkan. Nah, dari situlah kami menelepon," ucapnya.

Setelah berhasil mendapatkan sinyal, Iqbal langsung menghubungi Oscar Habib, Anggota DPRD Belitung Timur untuk meminta bantuan evakuasi. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara berantai kepada tim BPBD, Tagana, hingga Basarnas.

Komandan Tim SAR Gabungan, Dimas menjelaskan, pihaknya segera bersiap melakukan operasi evakuasi setelah menerima laporan pada pukul 12.09 WIB. Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju titik koordinat korban.

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, takdir baik menghampiri pasangan ini. Sekitar pukul 13.55 WIB, sebuah perahu nelayan milik pria bernama Sarman melintas di dekat posisi Iqbal dan Riska. "Kebetulan ada perahu nelayan atas nama Bapak Sarman lewat. Beliau langsung mengevakuasi korban dan membawa mereka menuju daratan," ungkap Dimas.

Saat Tim SAR dalam perjalanan menuju Pulau Pekandis, mereka bertemu dengan perahu Sarman yang sedang menarik perahu korban. Tim SAR kemudian melakukan pendampingan hingga perahu tersebut tiba di dermaga secara selamat.

Atas kejadian ini, Tim SAR Gabungan mengimbau kepada para nelayan maupun masyarakat yang hendak melaut agar selalu waspada. Pemeriksaan kondisi mesin perahu sebelum berangkat adalah hal yang tidak boleh diabaikan.

"Pastikan kondisi perahu dalam keadaan prima dan selalu pantau perubahan cuaca. Jangan memaksakan melaut jika kondisi alam sudah mulai menunjukkan tanda-tanda buruk," pungkasnya. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved