Sabtu, 25 April 2026

Berita Belitung Timur

Pemdes Lalang Dukung Penindakan Tabang Ilegal di Kawasan Pantai

Wajah Pantai Nyiur Melambai atau yang akrab dikenal dengan Pantai Lalang kini tak lagi seelok dahulu.

Editor: suhendri
posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
BEKAS PENAMBANGAN - Kondisi salah satu bekas penambangan pasir timah ilegal di kawasan muara di dekat Pantai Nyiur Melambai (Pantai Lalang), Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (30/3/2026). 

MANGGAR, BABEL NEWS - Wajah Pantai Nyiur Melambai atau yang akrab dikenal dengan Pantai Lalang kini tak lagi seelok dahulu.

Di balik rimbunnya cemara yang tersisa di pantai yang berada di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, itu tersimpan kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan timah ilegal.

Kepala Desa Lalang, Muhammad, Senin (6/4/2026), menyebutkan, aktivitas penambangan tanpa izin di lokasi tersebut sudah terjadi berulang kali meski imbauan tak henti-hentinya disuarakan.

Baru-baru ini, kata Muhammad, inspeksi mendadak (sidak) kembali dilakukan oleh aparat Kepolisian Sektor Manggar.

Saat itu, polisi mendapati tiga mesin robin yang ditinggalkan pelaku tambang timah ilegal di area muara di dekat Pantai Lalang. Kemudian, ketiga mesin diangkut ke Mapolsek Manggar.

Muhammad mengungkapkan, kabar penertiban itu sampai ke telinganya saat ia sedang menghadiri rapat penting di kantor Bapelitbangda Belitung Timur.

Laporan dari kanit reskrim, lanjut dia, mengonfirmasi bahwa masyarakat mulai resah dengan aktivitas penambangan di muara tersebut.

“Beliau (kanit reskrim–red) mendapat laporan dari masyarakat bahwa di muara itu ada kegiatan penambangan. Akhirnya dilakukan penyidikan dan ditemukan mesin yang kemudian langsung diangkut ke polsek,” kata Muhammad

Ia pun tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Menurut Muhammad, penyitaan peralatan tambang tersebut hanyalah solusi jangka pendek dari masalah yang sudah mengakar.

Pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa sudah sering turun langsung ke lapangan.

Spanduk larangan pun telah dipasang di berbagai sudut strategis, namun seolah-olah hanya pajangan.

Dampak nyata yang kini dirasakan masyarakat Desa Lalang adalah kerusakan vegetasi pantai yang kian parah.

Pohon-pohon mangrove yang seharusnya menjadi benteng alami dari abrasi kini mulai hilang dari pandangan.

Tak hanya mangrove, pohon-pohon cemara yang telah tumbuh besar pun turut menjadi korban. 

“Kalau kerugian, kita jelas tetap rugi. Dampak aktivitas mereka itu membuat mangrove kita habis. Pohon-pohon cemara yang besar-besar pun tumbang,” ujar Muhammad.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved