Senin, 13 April 2026

Berita Bangka Barat

Keluhkan Buruknya Kualitas Jaringan Internet Seluler, Warga Desa Simpang Yul Datangi DPRD

Anggota Komisi III DPRD Bangka Barat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama kepala desa, BPD dan sejumlah warga Desa Simpang Yul.

Bangkapos.com
RAPAT DENGAR PENDAPAT - Anggota Komisi III DPRD Bangka Barat saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama kepala desa, BPD dan sejumlah warga Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, di ruang Komisi III DPRD Bangka Barat, Senin (13/4) siang. 

MENTOK, BABEL NEWS - Anggota Komisi III DPRD Bangka Barat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama kepala desa, BPD dan sejumlah warga Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, di ruang Komisi III DPRD Bangka Barat, Senin (13/4) siang. Dalam rapat itu, kades dan warga menyampaikan keluhan terkait buruknya kualitas jaringan internet seluler yang sering terjadi di wilayahnya tersebut.

Kades Simpang Yul, Fathurrohim mengatakan, saat ini hampir seluruh pelaporan administrasi desa, mulai dari pengelolaan dana desa hingga pengurusan surat menyurat warga, dilakukan secara online. "Sinyal yang sering hilang ini membuat kerja perangkat desa terhambat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak maksimal," kata Fathurrohim.

Ia menambahkan, DPRD Bangka Barat telah memfasilitasi mereka dan mendengar persoalan susah sinyal yang terjadi di Desa Simpang Yul. "Mereka bakal melakukan tindak lanjut, Insya Allah dalam jangka waktu tidak lama lagi, nanti dinformasikan lagi," jelasnya.

Dirinya mengharapkan, persoalan susah sinyal ini dapat segera diselesaikan. Karena banyak pengaruhnya terhadap jalanya roda pemerintahan dan pendidikan di desa. "Karena ini demi untuk ketepatan informasi dan komunikasi kita. Dari masyarakat, mahasiswa, pihak sekolah, guru, saat ini informasi agak lambat karena lemot jaringannya dari provider," katanya.

Anggota DPRD Bangka Barat, Syaiful Fakah mengatakan, pihaknya telah menerima aspirasi terkait keluhan masyarakat Desa Simpang Yul, terhadap susahnya sinyal. "Kami komisi tiga telah menerima aspirasi masyarakat dan intinya mereka sudah pernah menyampaikan ke Diskominfo dan sudah didengar langsung," ujarnya.

Pihaknya bakal menindak lanjuti persoalan tersebut, dengan langsung menanyakan ke provider. "Kami berjanji menyurati provider dan berharap ada solusinya ke depan," katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka Barat, Indra Cahaya mengatakan, rapat yang digelar bersama DPRD dan warga Desa Simpang Yul, belum dihadiri oleh pihak provider. Ia menjelaskan, rapat tersebut seharusnya juga mengundang provider yang beroperasi di wilayah Simpang Yul. 

Namun, pihak provider yang berkantor di Pangkalpinang belum dapat hadir sehingga pertemuan bakal dijadwalkan ulang. "Intinya harus mengundang orang provider di Simpang Yul. Cuman ada di Pangkalpinang, dijadwalkan rapat kembali," kata Indra Cahaya.

Terkait persoalan blank spot, dirinya menyebutkan hal tersebut perlu dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). "Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi yang terhubung dalam grup komunikasi nasional. Termasuk tindak lanjut yang juga dilakukan melalui grup WhatsApp sebagai salah satu upaya penanganan wilayah blank spot," katanya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved