Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

Sybilal Babel Tekankan Penyembelihan Sesuai Syariat Islam

Perkumpulan Syiar Sembelih Halal (Sybilal) Bangka Belitung menggelar bimbingan teknis sembelih halal, di Masjid Al-Furqon, Kota Pangkalpinang.

Bangkapos.com
BIMBINGAN TEKNIS - Sybilal Bangka Belitung saat menggelar bimbingan teknis sembelih halal, di Masjid Al-Furqon, Kota Pangkalpinang, Sabtu (11/4). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Perkumpulan Syiar Sembelih Halal (Sybilal) Bangka Belitung menggelar bimbingan teknis sembelih halal, di Masjid Al-Furqon, Kota Pangkalpinang, Sabtu (11/4). Total terdapat 87 peserta dari berbagai daerah, mengikuti pelatihan yang memang rutin digelar oleh Sybilal Provinsi Bangka Belitung

Ketua Sybilal Provinsi Bangka Belitung, Anggi Galingga Soufyan mengatakan, dalam setiap pelatihan tentunya mengutamakan penyembelihan sesuai syariat Islam. "Syariat islam paling utama, lalu kita juga ada penambahan dari segi dinas atau Kementerian Pertanian. Lalu tahapannya ke BNSP, kita sekarang sedang mengaplikasikan standar-standar yang dipakai di Australia dan New Zealand," ujar Anggi Galingga Soufyan

Sekretaris Sybilal Bangka Belitung, Tatang Sontani mengatakan, untuk peserta yang mengikuti mulai dari pengurus masjid, musala yang didominasi berasal dari Pulau Bangka. "Kita mengundang tentang sembelih halal, intinya di saat kurban nanti bagaimana sesuai syariat islam. Paling jauh dari KUA Pongok, Alhamdulillah hadir," ucap Tatang Sontani.

Melalui bimbingan teknis, Sybilal Bangka Belitung mengajarkan mulai dari fikih, kesehatan hewan hingga handling hewan ternaknya. "Bagaimana ngerobohkan sapinya biar berihsan, jangan sampai main banting. Lalu teknik menyembelih, milih pisau, ada beberapa juga praktik menggunakan boneka. Kalau untuk hari ini megang teknik menyembelihnya, kita medianya batang pisang," tuturnya.

Namun tak hanya teori, Tatang Sontani mengungkapkan pelatihan juga akan dilakukan dengan metode praktik secara langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Pangkalpinang. "Setelah bimtek akan ditindaklanjuti dengan praktik di RPH, bukan hanya teori. Bahkan kita istilahnya praktik itu lebih utama, puncaknya itu seminggu sebelum Iduladha kita setop praktik untuk peserta ini. Jadi kita buatkan jadwal khusus, di RPH Kota Pangkalpinang," jelasnya.

Tatang Sontani juga menekankan, pentingnya tata cara penyembelihan terkait dengan kehalalan makanan. "Produk yang kita makan terutama untuk daging hewan unggas ataupun apa sapi dan kambing, artinya harus sesuai syariat. Kalau dia menyembelihnya tidak sesuai syariat atau tidak benar, maka yang kita makan itu haram jatuhnya. Makanya kurban itu kita usahakan yang penyembelihnya itu memang benar-benar terlatih, tidak hanya modal berani," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved