Sabtu, 18 April 2026

Berita Bangka Barat

Teh Tayu Jebus Dapat Sertifikat Indikasi Geografis

Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus menerima sertifikat Indikasi Geografis (IG) tehadap tumbuhan jenis teh tayu, yang berasal dari kebun teh tayu.

Dokumentasi
SERTIFIKAT INDIKASI GEOGRAFIS - Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus saat menerima sertifikat Indikasi Geografis (IG) tehadap tumbuhan jenis teh tayu, yang berasal dari kebun teh tayu, di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. 

JEBUS, BABEL NEWS - Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus menerima sertifikat Indikasi Geografis (IG) tehadap tumbuhan jenis teh tayu, yang berasal dari kebun teh tayu, di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Sertifikat ini diberikan langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan hukum dari negara terhadap produk khas daerah.

Markus mengatakan, sertifikat Indikasi Geografis (IG) merupakan bentuk pengakuan resmi atas keunikan dan kualitas teh tayu Jebus, Bangka Barat. Menurutnya, keunikan teh ini tidak dimiliki oleh daerah lain dan itu menjadi bukti kearifan lokal yang harus dijaga dan dikembangkan ke depannya.

"Teh tayu menjadi warisan turun temurun dengan rasa, aroma dan ciri khas teh tayu yang mana masih dikelola secara tradisional oleh masyarakat sekitar," kata Markus, Jumat (17/4).

Ia mengapresiasi, terkait kontribusi yang telah diberikan mulai dari petani, kelompok usaha, hingga ke pemerintah daerah dan pusat, terkait pengakuan dengan pemberian sertifikat Indikasi Geografis (IG) teh tayu. "Saya berharap teh tayu bisa dikenal luas dan bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan menjadi produk unggulan lokal bagi Bangka Barat," harapnya.

Menurutnya, dengan telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG), teh tayu asal Jebus, telah memiliki perlindungan hukum terhadap penyalahgunaan pihak lain dan peningkatan nilai ekonomi produk. "Dengan adanya kelompok teh tayu, diharapkan dapat dijaga standar, pengawasan penggunaan, mengembangkan pasaran dan tranding serta memastikan keberlanjutannya, dapat menjadi produk nasional dan internasional," ujarnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved