Rabu, 6 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Inflasi Tahunan Pangkalpinang 1,41 persen pada April 2026

Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mencatat inflasi tahunan 1,41 persen pada April 2026

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
BERITA RESMI STATISTIK - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di ruang pertemuan BPS Kota Pangkalpinang, Senin (4/5/2026). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mencatat inflasi tahunan 1,41 persen pada April 2026, atau terjadi kenaikan IHK 107,40 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 105,91.

"Inflasi y-on-y sebesar 1,41 persen ini menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau," kata Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di ruang pertemuan BPS Kota Pangkalpinang, Senin (4/5/2026).

Dewi menambahkan, kelompok tersebut mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,71 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,50 persen, serta kelompok kesehatan 2,08 persen.

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami kenaikan 1,60 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,18 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok justru mengalami penurunan harga atau deflasi secara tahunan, yakni kelompok pendidikan sebesar 10,53 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan, serta pemeliharaan rutin rumah tangga 0,21 persen.

"Secara bulanan (month to month/m-to-m), Pangkalpinang juga mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Namun, secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), tercatat masih terjadi deflasi sebesar 0,12 persen," ujar Dewi.

Dari sisi andil inflasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,17 persen terhadap inflasi tahunan.

Disusul kelompok transportasi 0,22 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya 0,21 persen.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi pendorong utama inflasi, di antaranya daging ayam ras, emas perhiasan, angkutan udara, berbagai jenis ikan seperti ikan selar dan ikan kembung, serta komoditas sayuran seperti bayam dan kangkung. Selain itu, beras, cabai rawit, hingga sigaret kretek mesin (SKM) juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi.

"Di sisi lain, komoditas seperti biaya pendidikan sekolah menengah atas, popok bayi, cabai merah, bensin, serta beberapa bahan pangan seperti bawang merah dan minyak goreng justru memberikan andil terhadap deflasi," tutur Dewi.

Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga angkutan udara, daging ayam ras, hingga sejumlah komoditas hortikultura seperti bayam dan kangkung menjadi faktor utama.

Sementara itu, penurunan harga berbagai jenis ikan dan cabai menjadi penahan laju inflasi. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved