Jumat, 22 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Pemerintah Kerahkan 8 Tim Periksa Sapi dan Kambing Jelang Iduladha di Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pembentukan delapan tim pemeriksa yang disebar di seluruh kecamatan.

Tayang:
Bangkapos.com
PERIKSA HEWAN -Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan ketika melakukan pemeriksaan kesehatan hewan milik peternak di Desa Gadung, Toboali, Kamis (21/5). 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pembentukan delapan tim pemeriksa yang disebar di seluruh kecamatan. Tim tersebut mulai bekerja sejak satu bulan terakhir untuk memastikan sapi dan kambing yang dijual masyarakat maupun pedagang dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. 

Pengawasan dilakukan sejak hewan masih berada di kandang hingga proses pemotongan berlangsung guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan temuan daging tidak layak konsumsi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan, delapan tim tersebut ditempatkan di delapan kecamatan yang ada untuk melakukan pemantauan rutin terhadap hewan kurban milik peternak maupun pedagang. 

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kondisi fisik hingga kesehatan hewan sebelum dipotong. Petugas juga mendata lokasi penjualan dan kandang ternak yang menjadi pusat distribusi hewan kurban menjelang Iduladha.

"Sejak satu bulan yang lalu kami sudah membentuk sebanyak delapan tim untuk memantau kondisi ternak yang diposisikan untuk menjadi hewan kurban, baik sapi maupun kambing," kata Nurudin, Kamis (21/5).

Nurudin membeberkan, pemeriksaan ante mortem menjadi tahap awal yang paling penting dalam memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan usia hewan, kondisi gigi, hingga deteksi penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), flu, antraks, dan penyakit menular lainnya. 

Selain itu, petugas turut memeriksa tanda-tanda cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas hewan kurban. Pengecekan juga dilakukan terhadap nafsu makan dan minum hewan untuk memastikan kondisi fisiknya benar-benar sehat.

Menurutnya, kondisi fisik hewan menjadi indikator utama dalam menentukan kelayakan konsumsi daging kurban oleh masyarakat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara detail agar hewan yang dipotong tidak membawa penyakit berbahaya maupun gangguan kesehatan lain yang bisa merugikan masyarakat. 

Petugas juga memastikan hewan memiliki bobot dan kondisi tubuh yang normal sebelum dinyatakan layak kurban. "Fungsi fisik dinilai sangat penting guna menentukan hewan tersebut sehat atau tidak serta layak dikonsumsi," beber Nurudin.

Selain pemeriksaan sebelum pemotongan lanjut dia, tim pemeriksa juga akan melakukan pemeriksaan post mortem setelah hewan disembelih. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan menginspeksi organ dalam hewan untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada karkas maupun jeroan. 

Hasil pemeriksaan post mortem sekaligus menjadi penguat dari pemeriksaan kesehatan sebelumnya agar kualitas daging benar-benar aman dikonsumsi masyarakat. Terpenting memastikan kesehatan dan kualitas daging yang aman dikonsumsi.

Tim pemeriksa nantinya juga akan melakukan uji sampling alias uji sampel di sejumlah titik pemotongan hewan kurban di Bangka Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya temuan penyakit yang luput dari pemeriksaan awal sebelum pemotongan berlangsung. Pengawasan akan difokuskan pada pusat-pusat pemotongan hewan yang ramai digunakan masyarakat saat Iduladha. "Tim akan melakukan sampling di beberapa titik dan di pusat-pusat pemotongan hewan kurban," sebutnya.

Dari hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya kata Nurudin, pihaknya masih menemukan kasus cacing pita pada bagian hati sapi kurban. Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena dapat mempengaruhi kualitas daging dan organ dalam hewan yang dikonsumsi masyarakat. 

Karena itu, pemerintah daerah telah mengingatkan para pedagang dan peternak untuk rutin memberikan obat cacing kepada hewan ternak mereka sebelum dijual sebagai hewan kurban. "Tentunya hal ini sudah kami sosialisasikan kepada pedagang ataupun peternak agar lebih sering melakukan pengobatan dan memberikan obat cacing sehingga saat pemotongan minim ditemukan cacing pita," pungkas Nurudin(u1)

Suntik Vitamin Ratusan Hewan Kurban
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan mulai melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan hewan kurban yang dijual pedagang maupun peternak jelang hari raya Iduladha 1447 Hijriah. Upaya yang dilakukan yakni pemberian vitamin tambahan kepada sapi dan kambing guna menjaga daya tahan tubuh hewan di tengah tingginya curah hujan. 

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan, pemberian vitamin dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak pedagang maupun kandang peternak. Vitamin diberikan untuk memperkuat ketahanan tubuh hewan agar tidak mudah terserang penyakit selama masa penjualan hingga menjelang penyembelihan. 

"Selain memeriksa kesehatan hewan kita juga memberikan vitamin untuk memperkuat ketahanan tubuh dan mencegah hewan terkena penyakit," kata Nurudin, Kamis (21/5).

Nurudin menjelaskan, suplementasi vitamin memiliki peran penting dalam menjaga kondisi fisik hewan kurban yang rentan mengalami stres akibat perjalanan maupun perubahan lingkungan. Hewan yang mengalami penurunan kondisi fisik berpotensi kehilangan nafsu makan sehingga mempengaruhi kualitas tubuh dan kesehatannya. 

Karena itu, pemberian vitamin dilakukan sebagai langkah pencegahan agar hewan tetap aktif dan bugar selama berada di kandang penjualan. "Langkah ini memastikan hewan tetap sehat, bugar, dan memenuhi syarat sah untuk dikurbankan," papar Nurudin.

Ia menambahkan, suplementasi vitamin turut membantu menstabilkan stamina dan metabolisme tubuh hewan kurban. Kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir dinilai dapat mempengaruhi kesehatan ternak jika tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan sekaligus pemberian vitamin terhadap sapi maupun kambing yang dijual menjelang Iduladha. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved