Rabu, 20 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Jaga Ketersediaan Komoditas Strategis 

Pemkab Bangka Selatan mulai memperkuat kerja sama antardaerah guna menjaga ketersediaan komoditas strategis dan mengantisipasi gejolak inflasi.

Tayang:
Bangkapos.com
Sekda Bangka Selatan, Hefi Nuranda. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai memperkuat kerja sama antardaerah guna menjaga ketersediaan komoditas strategis dan mengantisipasi gejolak inflasi. Selain menjaga inflasi, pemerintah daerah kini mulai mewaspadai potensi deflasi yang dinilai dapat berdampak pada daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha petani maupun pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengatakan stabilitas harga pangan saat ini tidak terlepas dari kerja intensif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai program seperti gerakan pasar murah dan pangan murah terus digelar untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat. 

Langkah tersebut memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran. "Untuk beberapa hari terakhir ini memang harga bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan relatif stabil, ini menandakan bahwa secara suplai, pasokan dan harga bisa dikendalikan," ujar Hefi Nuranda, Rabu (20/5).

Hefi Nuranda menjelaskan, upaya pengendalian inflasi juga dilakukan melalui pembinaan sektor pertanian yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan disebut terus mendampingi para petani, terutama petani cabai dan bawang yang memiliki kontribusi besar terhadap kestabilan harga pangan. 

Pemerintah daerah menilai penguatan produksi lokal menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Selain memperkuat produksi daerah, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga tengah menjalin kerja sama antardaerah dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Kerja sama tersebut dibahas melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua kepala daerah dalam waktu dekat. 

Pemerintah berharap sinergi antardaerah mampu memperkuat rantai pasok dan memperluas akses pemasaran hasil pertanian. "Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sudah menjalani pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk membahas MoU kerja sama antar daerah," jelasnya.

Adapun Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi besar pada komoditas beras yang dapat menjadi kekuatan dalam kerja sama tersebut. Dengan adanya kerja sama antardaerah, hasil produksi petani memiliki kepastian pasar sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. 

Di sisi lain, Bangka Tengah dinilai unggul dalam komoditas bawang merah yang masih menjadi kebutuhan penting di Bangka Selatan. "Mudah-mudahan ini tidak hanya dengan Kabupaten Bangka Tengah tetapi juga dengan kabupaten kota lainnya, baik di dalam maupun di luar Bangka Belitung," sebutnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved