Kamis, 21 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Vaksinasi PMK Hewan Kurban di Bangka Barat Tembus 100 Persen

Angka ketercapaian vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Kabupaten Bangka Barat telah mencapai angka 100 persen.

Tayang:
Dok Bangka Pos
ILUSTRASI - Peternakan sapi milik Misno yang beralamat di Parit Lalang, Pangkalpinang. 

MENTOK, BABEL NEWS - Angka ketercapaian vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Kabupaten Bangka Barat telah mencapai angka 100 persen. Vaksinasi menjadi salah satu untuk untuk mencegah hewan ternak seperti sapi, kambing dan hewan berkuku belah lainnya supaya terhindar dari penyakit tersebut.

"Target vaksinasi PMK kita di Kabupaten Bangka Barat ini sudah mencapai 100 persen," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bangka Barat, Azmal, Selasa (12/5).

Dengan begitu diakuinya, hewan kurban yang ada di Kabupaten Bangka Barat yang bakal dikonsumsi saat Iduladha nanti sudah terbebas dari PMK. Dirinya juga memastikan, setiap sapi dari luar Pulau Bangka selalu diperiksa sebelum dilakukan pengiriman.

"Kalau yang kiriman dari luar kan diperiksa dulu. Dan tahapannya itu bukan hanya di dinas aja, tapi di Balai Karantina juga," jelasnya.

Kabid Peternakan DKPP Bangka Barat, Agung Ari Wibowo mengatakan progres vaksinasi PMK tahap I di Bangka Barat sudah mencapai 100 persen. "Nanti enam bulan berikutnya, kami akan melakukan vaksinasi tahap ke-II lagi," ungkap Agung.

Vaksinasi PMK tersebut dilakukan setiap enam bulan sekali, atau pada periode Januari-Juni untuk tahap I dan periode Juli-Desember untuk tahap II. "Jadi setiap bulan kita lakukan booster untuk menjaga ternak-ternak kita terbebas PMK," tuturnya.

PMK merupakan penyakit yang menyerang hewan ternak, khususnya hewan berkuku belah dan genap. Kondisi ini membuat hewan mengalami gejala luka atau lepuh pada bagian mulut, termasuk lidah, gusi. Selain itu, penyakit ini juga membuat hewan ternak tersebut mengalami rapuh pada bagian kuku. Akibat yang umum terjadi adalah hewan terbak menjadi kehilangan nafsu makan hingga kemudian kehilangan berat badan. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved