Jumat, 22 Mei 2026

Berita Belitung Timur

Hari Kelima, Tim SAR Perluas Area Pencarian Pemancing Dendang yang Hilang di Selat Karimata

Operasi pencarian terhadap Haris Sukhatno (44), pemancing asal Kecamatan Dendang yang hilang di Selat Karimata, memasuki hari kelima.

Tayang:
Dokumentasi
PERLUAS PENCARIAN -Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian di atas kapal nelayan di perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (21/5). Memasuki operasi hari kelima, tim memperluas radius penyisiran hingga mencapai luasan 98 NM². 

MANGGAR, BABEL NEWS - Operasi pencarian terhadap Haris Sukhatno (44), pemancing asal Kecamatan Dendang yang hilang di Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur kini memasuki hari kelima, Kamis (21/5). Tim SAR gabungan terus bergerak menyisir perairan lepas demi menemukan titik terang keberadaan warga Desa Jangkang tersebut.

Hingga memasuki paruh akhir pekan ini, upaya pencarian yang dilakukan oleh tim penyelamat belum juga membuahkan hasil. Meski begitu, komitmen untuk menemukan korban tetap kuat di mana tim memperlebar jangkauan pemindaian di atas permukaan laut.

Komandan Pos SAR Belitung, Indra Prasta menjelaskan, seiring bertambahnya waktu operasi, fokus wilayah penyisiran kini diperluas secara signifikan. "Memasuki hari kelima ini, luas area pencarian resmi kami perluas hingga mencakup luasan wilayah mencapai 98 NM⊃2;," ujar Indra Prasta.

Penyisiran pada hari kelima ini sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi setelah seluruh personel merampungkan briefing. Tim SAR gabungan kembali menerapkan metode Parallel Search Pattern atau pola pencarian sejajar untuk menyapu area sektor utama.

"Pola pencarian sejajar dinilai tetap menjadi metode paling efektif untuk memindai permukaan laut yang luas secara terstruktur. Armada kami arahkan bergerak menyisir titik terakhir korban terlihat," ucap Indra Prasta.

Guna mempermudah proses identifikasi visual di tengah lautan, ia menyebut, tim SAR juga mengantongi data mengenai atribut terakhir yang dikenakan oleh korban. "Informasi mengenai ciri-ciri terakhir korban yang mengenakan jaket berwarna merah ini sangat penting bagi petugas di lapangan," ungkapnya.

Kekuatan personel yang dikerahkan pada hari kelima ini masih berjumlah 18 orang. Adapun komposisi tim terdiri dari 5 personel Pos SAR Belitung, 3 personel Unit Siaga SAR (USS) Tanjungpandan, serta 1 personel TNI AL Belitung Timur. Kekuatan ini juga disokong oleh 2 personel Ditpolairud Polda Babel, 3 personel BPBD, serta 4 nelayan lokal.

Terkait cuaca di perairan Selat Karimata, Indra Prasta memaparkan kondisi gelombang laut hari ini terpantau mengalami sedikit kenaikan dibanding pencarian sebelumnya. Diakuinya, ketinggian ombak berada di angka 0,4 meter dengan hembusan angin barat berkecepatan 8 knot.

"Kondisi tinggi gelombang hari ini naik tipis ke angka 0,4 meter, dan tantangan utama kami di lapangan masih bertumpu pada faktor cuaca yang tidak menentu," katanya.

Pihak Pos SAR Belitung memastikan operasi ini akan terus diupayakan secara maksimal. Jika nantinya korban berhasil ditemukan, tim evakuasi sudah menyiagakan ambulans untuk langsung melarikan korban menuju RSUD Muhammad Zein Belitung Timur

Berdasarkan rekonstruksi kronologi, musibah ini menimpa Haris pada Minggu (17/5) subuh lalu di atas Kapal Feliana 01. Korban terpeleset dari buritan kapal dan langsung tenggelam terseret arus bawah air sebelum rekan-rekannya sempat menjangkau tubuhnya.

Komandan Pos SAR Belitung, Indra Prasta, mengatakan, kecelakaan laut tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (17/5) siang. Basarnas menerima informasi dari seseorang bernama Pandi Salim sekitar pukul 13.46 WIB, bahwa korban hilang setelah terpeleset dari buritan Kapal Feliana 01 saat sedang berlayar mencari lokasi memancing.

Indra menyebutkan, Kapal Feliana 01 bertolak dari Pelabuhan Rakyat Desa Baru, Kecamatan Manggar, sekitar pukul 03.00 WIB. Kapal tersebut berlayar menuju area tempat memancing (fishing ground) di perairan Belitung. 

"Kondisi pelayaran pada awalnya berlangsung aman tanpa kendala. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua setengah jam, kapal tiba di lokasi memancing sekitar pukul 05.30 WIB. Kapten kemudian mematikan mesin dan kapal dibiarkan berhanyut mengikuti arus serta angin," ujar Indra dalam keterangannya, Minggu (17/5). 

Kemudian, berdasarkan keterangan saksi bernama Karnen, korban yang saat itu mengenakan jaket berwarna merah terlihat berjalan menuju bagian buritan atau belakang kapal. Diduga karena kondisi lantai kapal yang licin, korban terpeleset lalu tercebur ke laut.

Indra menambahkan, di saat bersamaan, sekitar pukul 05.50 WIB, saksi lain sedang berada di dalam kamar mesin untuk membersihkan serpihan kaca yang pecah. Suasana mendadak tegang ketika terdengar teriakan yang mengabarkan bahwa ada orang tercebur ke laut.

"Begitu mendengar informasi ada rekan mereka yang jatuh, kru kapal segera keluar dari kamar mesin pada pukul 05.55 WIB," kata Indra. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved