Selasa, 9 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Dorong 5 Gerakan Kurangi Dampak Perubahan Iklim

Pemkab Bangka Selatan mendorong masyarakat menerapkan lima gerakan nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Tayang:
Bangkapos.com
Kepala DLH Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mendorong masyarakat menerapkan lima gerakan nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat daerah kepulauan rentan terhadap kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, dan gangguan ketahanan pangan. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, berujar gerakan pertama yang perlu dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai. Selain itu, masyarakat didorong untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga maupun kawasan publik. Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya.

"Kita perlu mengurangi penggunaan plastik dan mendorong setiap rumah tangga memilah sampah sejak dari sumbernya," kata Agung Prasetyo Rahmadi, Sabtu (6/6).

Gerakan kedua adalah meningkatkan kesadaran dan budaya hidup bersih serta lestari melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara berkelanjutan. Nilai gotong royong, kebersihan lingkungan, dan kepedulian terhadap dampak perubahan iklim dinilai harus terus ditanamkan. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Selanjutnya, masyarakat juga didorong memanfaatkan sampah secara produktif melalui konsep ekonomi sirkular. Pengembangan bank sampah dan penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle, dinilai dapat mengurangi pencemaran sekaligus memberikan nilai ekonomi. Upaya tersebut menjadi salah satu solusi dalam menekan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

"Pemanfaatan sampah secara produktif dan penerapan prinsip 3R harus terus diperkuat di tengah masyarakat," jelas Agung Prasetyo Rahmadi.

Gerakan keempat yang didorong adalah penanaman pohon secara masif untuk memperkuat ketahanan iklim. Penanaman pohon dinilai mampu menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko banjir, memulihkan ekosistem, dan menyerap karbon. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Sementara itu, gerakan kelima adalah memperkuat pengelolaan lingkungan secara menyeluruh melalui pengurangan pencemaran dan perlindungan kawasan hijau. Menurut Agung Prasetyo Rahmadi, pengelolaan sampah dan limbah yang aman harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem. 

Langkah tersebut menjadi penting karena berbagai bentuk pencemaran telah memberikan tekanan terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. "Sampah dan limbah harus dikelola dengan aman, pencemaran dikurangi, serta kawasan hijau dan ekosistem harus terus dilindungi," tegasnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved