Berita Belitung Timur
Gubernur Babel Minta Rombak Menu MBG di Beltim, Hidayat: Jangan Asal Goreng
Kunjungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani ke SMA negeri di wilayah Belitung Timur diwarnai aksi inspeksi mendadak (sidak).
DAMAR, BABEL NEWS - Kunjungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani ke SMA negeri di wilayah Belitung Timur diwarnai aksi inspeksi mendadak (sidak). Langkah ini sekaligus memastikan pelaksanaan program nasional berjalan optimal di tingkat daerah, terutama yang berkaitan langsung pada pemenuhan gizi generasi muda.
Saat melintasi koridor di SMA Negeri 1 Damar, Senin (15/6) langkah kaki Hidayat Arsani sempat terhenti karena melihat sajian makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG). Dirinya langsung menghampiri meja dan memeriksa satu per satu komposisi menu yang disediakan.
Hidayat Arsani menemukan lauk yang dinilainya jauh dari standar. Ia melayangkan teguran keras kepada perwakilan penyedia makanan agar segera merombak sajian. "Tolong makanannya diubah, ya. Memang sih sudah ada ayam, tapi ayam jangan asal goreng, bikinin bumbu. Sayurnya juga kurang memadai," ujar Hidayat Arsani.
Hidayat Arsani mengatakan, program ini merupakan amanat langsung dari Presiden RI yang dirancang dengan misi mulia, yakni memperbaiki kualitas gizi anak-anak sekolah. "Ini Pak Presiden menginstruksikan seluruh rakyat Indonesia untuk makan bergizi gratis. Kasihan Pak Presiden. Program Pak Presiden ini bertujuan mulia," ucapnya.
Hidayat Arsani juga memberikan peringatan kepada pengelola atau penyedia agar tidak semata-mata mencari keuntungan tanpa memikirkan hak anak sekolah. "Ya, yayasan jangan terlalu ambil untung. Ini kan enggak sesuai begini. Memang gubernur tidak bisa nutup, tapi gubernur bisa mengusulkan untuk ditutupkan," ungkapnya.
Hidayat Arsani pun meminta pihak sekolah untuk aktif melapor kepadanya jika kejadian serupa terulang. Ia tidak ingin niat baik pemerintah pusat dicoreng oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. "Nah, tolong ini kepada para pihak sekolah juga. Lapor sama saya kalau masih ada kejadian serupa," ungkapnya.
Hidayat Arsani kembali mengingatkan program pemenuhan gizi gratis ini sejatinya bernilai ibadah, sehingga kelalaian dalam penanganannya tidak bisa disepelekan. "Saya bilang lagi kalau mau kerja ini, jangan ngejar untung terlalu banyak. Bisa dosa besar kalau kita salah atau menyimpang ini," katanya.
Pihaknya memastikan, bersama instansi terkait akan memperketat pengawasan pasokan makanan MBG di seluruh kabupaten/kota. Dirinya takkan segan membawa perkara ini ke ranah hukum jika ditemukan ketidaksesuaian.
"Arahan Pak Presiden, Bangka Belitung akan diawasi semuanya. Kalau enggak cocok, kita proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya. (z1)
Sesuai Juknis Pusat
SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur menyatakan kesiapannya untuk mengawal jalannya program makan bergizi gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Damar, Hendrio Wijaya.
Dirinya menyikapi perhatian khusus yang diberikan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani terhadap pemenuhan nutrisi para pelajar di Belitung Timur. Hendrio mengapresiasi setinggi-tingginya dukungan yang ditunjukkan oleh Gubernur Hidayat Arsani selama memantau program nasional tersebut ke sekolah yang dikunjungi. "Kami sangat berterima kasih atas atensi Bapak Gubernur terhadap program makan bergizi gratis ini," ujar Hendrio, Senin (15/6).
Hendrio mengatakan keterlibatan aktif dari gubernur beserta jajaran menjadi sinyal positif bahwa pemerintah provinsi maupun daerah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap program pemerintah pusat. "Hal ini membuktikan bahwa pemerintah daerah sangat fokus dan memiliki andil besar dalam mendukung keberhasilan program Presiden," katanya.
Terkait kelayakan sajian, Hendrio menjelaskan, operasional setiap unit SPPG selalu berpegang teguh pada regulasi yang telah dirumuskan oleh pusat guna menghadirkan makanan yang bermutu tinggi. "Kami menegaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghadirkan dan menyajikan makanan yang layak sesuai dengan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional," ungkapnya.
Hendrio mengungkapkan porsi yang dibagikan tidak dibuat secara asal-asalan, melainkan mengacu pada perhitungan yang matang agar kebutuhan gizi para penerima manfaat dapat terpenuhi secara optimal. "Setiap menu MBG dirancang secara terukur dengan memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral," katanya.
Hendrio menerangkan, standar Angka Kebutuhan Gizi (AKG) dan batas anggaran biaya pangan (food cost) sebesar Rp8 ribu untuk porsi kecil serta Rp10 ribu untuk porsi besar menjadi acuan agar program ini tepat sasaran bagi seluruh kelompok penerima, mulai dari pelajar hingga ibu hamil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Hidayat-Arsani-saat-memeriksa-langsung-komposisi-menu-program-makan-bergizi-gratis.jpg)