Breaking News:

Baru Sehari Viral, Mural Mirip Jokowi di Pangkalpinang Dihapus, Ini Pihak yang Mengapusnya

Baru Sehari Viral, Mural Mirip Jokowi di Pangkalpinang Dihapus, Ini Pihak yang Mengapusnya

Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Yuranda
Mural mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilukis di tembok di Jalan Yang Zubaidah dekat Apotek Bangka, Kota Pangkalpinang, Kamis (16/9/2021) menggundang perhatian pengguna jalan 

BABELNEWS.ID -- Mural seorang pria yang diduga mirip Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Pangkalpinang telah dihapus. Pihak yang menghapusnya dalah Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pangkalpinang.

Sebelumnya ada mural mirik Jokowi di sebuah tembok gedung walet yang ada di sekitar Jalan Yang Zubaidah, Kelurahan Bintang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Pantauan Bangka Pos, pada Kamis (16/9/2021) petang, mural mirip Jokowi itu dihapus menggunakan cat putih oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Pol PP Kota Pangkalpinang, Efran menyebut, penghapusan mural tersebut dihapus lantaran dinilai tak sesuai estetika hingga mengganggu ketertiban masyarakat.

Selain itu, mural tersebut dinilai melanggar peraturan daerah nomor 7 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Mural mirip Jokowi di Pangkalpinang dihapus
Mural mirip Jokowi di Pangkalpinang dihapus (Bangka Pos/Cepi Marlianto)

“Kita menghapus mural tersebut, agar masyarakat tidak berasumsi berlebihan. Sebab, gambar hasil mural tersebut dinilai tidak pantas,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (16/9/2021) petang.

Efran menuturkan, pada dasarnya pihaknya tidak melarang setiap orang untuk menyalurkan bakat mereka. Akan tetapi, dengan adanya gambar yang kurang pantas membuat Pol PP harus menghapusnya.

“Kami tidak melarang orang menyalurkan bakat seninya. Tetapi harus disadari ada nilai etika yang harus mereka junjung tinggi. Akan tetapi, di sini (Tembok gedung walet-red) kami lihat ada yang kurang pantas, sehingga kami menghapusnya,” terang Efran.

Kendati begitu, lanjut Efran, pihaknya telah menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian guna mendalami hal tersebut, yang pada saat yang sama berada dilokasi ketika Satpol PP melakukan penghapusan.

“Selain mural tersebut, kita juga menghapus sejumlah mural lainnya di tempat yang sama. Hal itu kita lakukan karena mengandung gambar dan tulisan yang tidak pantas,” tandas mantan Camat Bukit Intan ini.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved