Berita Bangka Barat

Mulai Siapkan Isoter di Seluruh Kecamatan, 1 Pasien Babar Suspek Omicron

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, menyatakan terdapat satu kasus probable atau suspek Covid-19 varian omicron.

freepik.com
Ilustrasi Covid-19. 

MUNTOK, BABEL NEWS - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, menyatakan terdapat satu kasus probable atau suspek Covid-19 varian omicron. Temuan ini terdeteksi pada pasien berinisial CN (30), warga Jakarta, saat sedang berkunjung ke rumah keluarganya di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Babar.

"Jadi saat 31 Januari 2022, CN datang dari Jakarta, kemudian pada 2 Februari 2022, CN ingin kembali ke Jakarta. Namun saat pemeriksaan antigen hasilnya positif, lalu di tes PCR hasilnya juga positif. Kemudian yang bersangkutan tetap melakukan isolasi dan sampelnya kita kirim ke provinsi untuk dilakukan tes SGTF dan menunjukkan probable omicron," jelas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Babar, Achmad Nursandi, Minggu (6/2).

Sandi menjelaskan, probable omicron merupakan kasus konfirmasi Covid-19 dengan hasil pemeriksaan laboratorium, menunjukkan positif S-Gene Target Failure (SGTF) atau uji deteksi Single Nucleotide Polymorphism (SNP) berbasis PCR mengarah ke varian Omicron. Sedangkan, untuk kasus konfirmasi varian omicron, harus melalui pemeriksaan sekuensing positif omicron SARS-CoV2.

"Ada dua definisi omicron yang pertama probable omicron dan yang kedua kasus konfirmasi omicron. Untuk di Bangka Barat saat ini, adalah probable diduga omicron. Saat ini seluruh keluarga dan yang berkontak erat, sudah kita lakukan tracking dan tracing hasilnya non reaktif," ujar Sandi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babar, Putra Kusuma mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengirimkan sampel ke Balitbang Jakarta. "Untuk mendapat hasil yang pasti konfirmasi omicron, kita ada tes sekuensing. Ini hanya bisa dilakukan di Balitbang Jakarta, di Babel belum bisa melakukan pemeriksaan ini. Untuk hasilnya belum tahu berapa hari, keluar hasilnya," ucap Putra Kusuma.

Pihaknya juga memastikan akan meningkatkan tracking, tracing, karantina setara perlakuan, jika terdapat status terkonfirmasi omicron. Termasuk, mengaktifkan isolasi terpadu di setiap kecamatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian omicron yang lebih cepat ini.

"Angka reproduksi efektif empat kali lebih besar dari pada varian delta. Lebih cepat menular dan kita sedang menyiapkan seluruh Isoter, mungkin Senin kita sudah buka yang di Muntok," ungkapnya.

Tetap PTM
Peningkatan kasus Covid-19 juga terjadi di Kabupaten Bangka setiap harinya. Bahkan berdasarkan data terbaru, ada sebanyak 34 kasus covid-19 yang saat ini sedang aktif menjalani perawatan.

Namun, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Babel Wilayah 2 Kabupaten Bangka, Hendry mengatakan, pelaksanaan PTM 100 persen masih akan tetap dilanjutkan. "Sementara kami menggunakan surat edaran yang lama dari Dinas Pendidikan bahwa PTM 100 persen di wilayah Kabupaten Bangka," kata Hendry, Minggu (6/2).

Pihaknya juga akan segera melakukan rapat evaluasi dengan sejumlah pihak terkait menanggapi lonjakan kasus Covid-19 yang akhir-akhir ini kian bertambah. "Sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan kami di sekolah-sekolah, Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar," ucapnya.

Ia memastikan, kegiatan pembelajaran di luar kelas seperi upacara bendera, ekstrakurikuler dan kantin-kantin sekolah juga sudah boleh dibuka. "Jadi, kami sudah sampaikan kepada Dinas Pendidikan yang ada di kabupaten bahwa kantin-kantin sekolah sudah bisa dibuka kembali," ujarnya.

Namun dirinya meminta, semuanya tetap harus mementingkan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi dari Gubernur Babel. "Kalau memang di suatu sekolah ada yang positif Covid-19, otomotis akan langsung kami tutup," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali Romkad mengatakan, pihaknya belum berencana untuk memperbolehkan kantin-kantin sekolah untuk dibuka.

Pasalnya, saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka kian bertambah setiap harinya yang ditakutkan akan merambat ke lingkungan sekolah. "Untuk jenjang TK, SD dan SMP belom ada yang kita perbolehkan untuk membuka kantin-kantin sekolah," ucap Rozali.

Meski demikian, diakuinya, ada beberapa sekolah jenjang SMA yang memang sudah membuka kantin sekolahnya. Namun menurutnya, dengan catatan tetap mengindahkan protokol kesehatan secara ketat. (riz/u2)

Sembilan Kasus
KEPALA Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi mengingatkan para petugas medis untuk meningkatkan penegakan tugas di setiap Puskesmas. Hal ini setelah adanya sembilan warga yang dinyatakan terkofirmasi positif Covid-19 hingga Sabtu (5/2).

Supriyadi menegaskan, meskipun saat ini belum ditemukan adanya kasus positif Covid-19 varian omicron di Basel, namun pengawasan tetap harus terus ditingkatkan. "Memang saat ini sampel kasus aktif kami kirim ke Labkesda Babel, tapi belum dapat dipastikan itu omicron atau bukan. Harapan kita tentunya bukan omicron," ujar Supriyadi, Minggu (6/2).

Pihaknya melalui survailans di setiap Puskesmas juga terus melakukan tracking dan tracing teehadap pihak-pihak yang berkontak dengan warga yang dinyatakan positif Covid-19. "Kami minta agar tenaga survailans yang bertugas dan berjaga di setiap wilayah di Basel dapat terus menggerakkan penguatan pelacakan sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19 varian omicron," tegasnya. (jhk)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved