Kabar Pangkalpinang
Pj Gubernur Menopang Kemajuan Babel
Setelah masa jabatan berakhir, maka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan dipimpin oleh satu sosok penjabat (Pj) Gubernur Babel.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Masa jabatan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah akan berakhir pada 12 Mei 2022 mendatang.
Setelah masa jabatan berakhir, maka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan dipimpin oleh satu sosok penjabat (Pj) Gubernur Babel.
Menanggapi perihal ini Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya, Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Ibrahim dan Kepala Perwakilan Ombudsman Babel Shulby Yozar Ariadhy saling memberikan masukan dan catatan yang dikemas melalui Catatan Politik Tentang Pj Gubernur Babel dalam Ngopi 024 Bangka Pos Group, Jumat (25/3).
Didit Srigusjaya menyatakan jika jabatan Pj Gubernur Bangka Belitung merupakan jabatan yang bukan politis karena prosesnya tidak dipilih langsung oleh masyarakat, namun melalui Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Namun demikian, Didit mengakui jika posisi Pj Gubernur Babel tidak hanya menjadi perhatian para politisi saja, namun juga akan diperhatikan oleh masyarakat Babel karena pada ujungnya berdampak kepada masyarakat.
Siapapun yang ditetapkan menjadi Pj Gubernur Babel maka harus memetakan permasalahan-permasalahan yang ada di Babel sehingga dapat dioptimalkan dan dimaksimalkan ke arah yang lebih baik.
Didit mencontohkan khususnya APBD Babel yang mana pada tahun 2020 sebesar Rp2,3 triliun, sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) hanya terealisasi sebesar Rp800 miliar.
Berdasarkan angka tersebut, Didit menyebutkan jika hampir 66 persen dari APBD Babel pada 2020 merupakan subsidi atau drop dari pemerintah pusat.
"Perihal APBD ini harus menjadi strategi Pj Gubernur kedepannya untuk melaksanakan produk pemerintahan dan meningkatkannya," ujar Didit.
Selain APBD, tingkat inflasi daerah, taraf hidup masyarakat, kondisi birokrasi dan masalah pertambangan harus pula menjadi atensi Pj Gubernur.
"Pj ini harus memperhatikan angka inflasi Babel yang cukup tinggi, target nasional hanya dua sekian persen tetapi Babel hampir tiga persen. Berdasarkan kajian Bappenas, taraf hidup masyarakat di Babel satu orang Rp750 ribu, sedangkan taraf secara nasional hanya Rp420 ribu per orang dan nilai di Babel cukup tinggi sehingga ini harus hati-hati dan diperhatikan jangan sampai inflasi dan taraf hidup ini jauh melebihi batas nasional," ucap Didit.
Sementara itu di bidang birokrasi, Didit juga mengingatkan agar Pj Gubernur yang baru kelak mampu mengendalikan kondisi birokrasi karena Bangka Belitung sangat dan harus membutuhkan ASN yang proporsional.
"Selain ini juga ada masalah tambang yang tidak kunjung usai. Untuk itu lima hal ini merupakan yang harus mendapat perhatian Pj Gubernur," tuturnya.
Agar dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Babel, Didit mengakui jika sosok yang harus menjadi Pj Gubernur ialah sosok yang memiliki koneksi luar biasa hingga ke pusat untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada.
Rektor Universitas Bangka Belitung Ibrahim menyatakan, posisi Pj Gubernur merupakan posisi yang harus mampu membawa Babel lebih baik.
Lebih rinci Ibrahim menganalogikan Pj Gubernur Babel ibarat jembatan penghubung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Suasana-Ngopi-024-Bangka-Pos-Group-Jumat-253.jpg)