Satgas Covid-19 Pantau Salat Tarawih di Masjid

Meski sudah boleh merapatkan saf, jemaah tetap diimbau untuk memakai masker selama ibadah salat berjemaah.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
SALAT TARAWIH - Umat Islam melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Jamik Pangkalpinang, Sabtu (2/4/2022) malam. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempersiapkan petugas untuk memantau pelaksanaan Salat Tarawih berjemaah di masjid yang masih dalam suasana pandemi Covid-19 ini.

"Protokol kesehatan harus tetap dipatuhi oleh warga yang ingin melaksanakan salat berjemaah di masjid. Masker tetap dipakai dan jaga kesehatan, agar yang sakit untuk tidak melaksanakan salat di masjid namun cukup di rumah," kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, Mikron Antariksa, Sabtu (2/4/2022).

"Mari selalu jaga kesehatan kita. Arahan dari pusat apabila (kasus Covid-19) kita bisa melandai setelah Idulfitri ini kita akan memasuki peralihan ke endemi," ujar Mikron.

Sekadar diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kini membolehkan jemaah untuk kembali merapatkan saf atau barisan saat salat berjemaah di masjid.

Keputusan MUI ini diambil berdasarkan Covid-19 yang sudah melandai dan juga tak seganas dahulu.

Selain itu, MUI juga berkaca kebijakan pemerintah yang tak lagi menerapkan jaga jarak di tempat umum.

Meski sudah boleh merapatkan saf, jemaah tetap diimbau untuk memakai masker selama ibadah salat berjemaah.

Mikron menambahkan, satgas Covid-19 menyiapkan petugas yang akan melakukan pemantauan di lapangan.

"Sebelumnya juga kami akan memberikan surat ke pengurus masjid tersebut terkait peraturan dalam Salat Tarawih berdasarkan anjuran pemerintah," katanya.

Mikron menyebutkan, aturan dalam pelaksanaan Salat Tarawih tersebut hanya bersifat imbauan dan tidak ada sanksi apabila melanggarnya.

"Apabila ingin melaksanakan ibadah di luar rumah harus mematuhi prokes. Aturan ini berlaku di semua masjid dari kabupaten hingga kecamatan," tutur Mikron.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Babel, Kombes (Pol) Maladi.

Ia mengatakan, umat Islam diperbolehkan melangsungkan ibadah-ibadah selama Ramadan 2022, namun tetap menerapkan prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Maladi menyebut hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No SE. 08 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 M.

"Berdasarkan SE yang telah disampaikan oleh Menteri Agama RI, maka masyarakat diperbolehkan melangsungkan ibadah-ibadah selama Ramadan 2022. Namun demikian, kami minta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan dampak negatif," kata Maladi, kemarin siang.

Pihaknya sendiri, lanjut dia, akan tetap melakukan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan situasi aman, nyaman, dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.

"Patroli untuk pengaturan dan pengamanan baik saat berbuka, Tarawih hingga sahur masih akan tetap kami lakukan sehingga masyarakat kita merasa nyaman saat beribadah," ujar Maladi.

Pihaknya juga akan melakukan pemantauan di titik-titik rawan kejahatan guna meminimalisasi tindakan kriminalisasi.

"Mari kita isi Ramadan 2022 ini dengan ibadah-ibadah yang menambah nilai pahala dan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan sehingga tetap aman dan nyaman saat melakukan rangkaian puasa dan Idulfitri kelak," tuturnya. (riu/jhk)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved