Kabar Belitung

Minyak Goreng Curah Dijual Rp15.500 per Kilogram

Minyak goreng curah akan segera beredar di pasaran seputar Tanjungpandan, Belitung.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Belitung, Adnizar. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Minyak goreng curah akan segera beredar di pasaran seputar Tanjungpandan, Belitung.

Rencananya minyak sawit curah dari PT Steelindo Wahana Perkasa (SWP) yang didistribusikan oleh PT Rajawali Nusindo sebanyak 50 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng se-Bangka Belitung. Konsumen bisa membeli minyak goreng curah ini seharga Rp15.500 per kilogram.

"Ini sudah berdasarkan perhitungan kebutuhan minyak goreng per orang per rumah tangga 1,7 kilogram per bulan, jadi jumlah 50 ton minyak goreng tidak habis per bulan. Nantinya mereka rutin menyalurkan minyak goreng curah ini," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Belitung Adnizar, Selasa (5/4).

Setelah melakukan rapat terkait pendistribusian minyak goreng curah, menurutnya pihak terkait menyepakati bahwa penyalurannya dilakukan langsung dari distributor ke pedagang. Harga dari distributor ke pedagang untuk minyak goreng yakni Rp14.440, pedagang jual ke masyarakat Rp15.500 per kilogram.

Banyaknya masyarakat yang mengkhawatirkan keamanan minyak goreng curah dari segi kesehatan, Adnizar memastikan minyak goreng ini aman dikonsumsi. Apalagi sebelum beredar ke masyarakat, minyak curah tersebut sudah mengantongi perizinan BPOM dan halal.

Perusahaan juga sudah siap mendistribusikan minyak curah ke pasaran. Saat ini pihaknya sedang mendata pedagang minyak goreng di Pasar Tanjungpandan, Pasar Hatta, dan Pasar Berehun yang akan bekerja sama dengan distributor untuk menjual minyak curah.

"Pedagang harus bersepakat untuk membuat perjanjian kontrak dengan distributor PT Rajawali agar nanti pedagang tinggal menyiapkan tangki berukuran 300 kilogram, lebih disarankan stainless agar lebih bersih, tapi dimungkinkan juga tangki plastik," ucapnya.

"Kalau pedagang sudah memenuhi persyaratan administratif, mereka membayar ke distributor sesuai kebutuhan pasokan. Setelah membayar baru kemudian didistribusikan," tambah Adnizar.

Tak ada batasan tertentu untuk pedagang maupun pembeli untuk membeli minyak curah. Pembelian dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Meski begitu, pengawasan minyak curah akan dilakukan melalui koordinasi dengan Satgas Pangan untuk mengantisipasi adanya pedagang yang bertindak sebagai mafia yang mengemas minyak curah dan membuat merek baru agar mendapatkan untung lebih besar.

Selain memasok minyak goreng curah ke pasar-pasar, rencananya minyak goreng tersebut juga akan dipasok ke desa-desa.

"Mekanisme distribusi ke desa-desa ini sedang dikoordinasikan. Nanti akan dikoordinasikan dengan desa, siapa yang bisa menampung. Fokus ke pasar dulu, setelahnya baru ke desa," tuturnya. (del)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved