Kabar Belitung

Setiahati 11 Tahun Tunggu Berangkat Haji

Setelah sempat tertunda selama dua tahun, jemaah calhaj akhirnya mendapatkan kepastian keberangkatan ke Tanah Suci untuk ibadah Haji 2022 atau 1443 H.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Jemaah calhaj Belitung saat berada di Gedung PLHUT untuk mengikuti sosialisasi. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Wajah-wajah bersemangat dan antusias nampak dari jemaah calon haji (calhaj) Belitung yang mendatangi Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Selasa (10/5).

Setelah sempat tertunda selama dua tahun, jemaah calhaj akhirnya mendapatkan kepastian keberangkatan ke Tanah Suci untuk ibadah Haji 2022 atau 1443 H.

"Alhamdulillah, bahagia sekali, karena nunggunya dari mulai daftar 2011. Rencana berangkat 2020 tapi ditunda, bersyukur tahun ini bisa berangkat," kata Setiahati Hasani, seorang jemaah calon haji Belitung.

Hal senada juga disampaikan Hilmi Abdillah Fuadi. Pemuda 27 tahun tersebut bersyukur ibadahnya ke Tanah Suci bersama keluarga besar bisa terealisasi tahun ini.

"Bersyukur bisa berangkat. Nanti perginya bersama keluarga besar, ada sekitar 10 orang," katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung H Masdar Nawawi mengatakan, alokasi porsi jemaah haji sebanyak 109 orang. Selanjutnya mereka bersiap untuk membayar biaya pelunasan sampai 20 Mei 2022 bagi jemaah yang sebelumnya menarik biaya pelunasan.

Sebelumnya pada pemberangkatan 2020 lalu yang tertunda, ada 169 jemaah calhaj dari Belitung yang akan berangkat. Terhadap 60 jemaah yang tak masuk daftar keberangkatan tahun ini, Masdar mengatakan akan berangkat pada 2023 mendatang.

Penetapan jemaah calhaj yang berangkat ke Tanah Suci tahun ditetapkan berusia 65 tahun ke bawah sesuai persyaratan Pemerintah Arab Saudi.
Pemberangkatan haji gelombang pertama akan dilakukan Juni yakni 4 Juni sudah berangkat.

Selain itu persiapan manasik haji juga akan dilakukan dalam waktu dekat. Meski ada beberapa jemaah yang sudah melakukan manasik secara mandiri. Jemaah calhaj juga sudah menjalani penyuntikan vaksin meningitis dan influenza yang dilaksanakan dinas kesehatan.

Ia juga mengimbau agar jemaah tetap menjaga kesehatan sampai berangkat ke Tanah Suci. Apalagi mampu dalam ibadah haji bukan saja soal biaya, tapi juga kemampuan fisik dan mental.

"Mudah-mudahan semua diberikan kelancaran, pra keberangkatan, saat keberangkatan, dan pasca keberangkatan," tuturnya. (del)

Sementara itu Kementerian Agama Belitung Timur menyatakan hanya ada tiga jemaah haji yang bakal berangkat ibadah haji pada tahun 2022 ini. Angka itu hanya seperlima dari total yang harusnya berangkat yaitu 17 orang.

Kepala Kemenag Belitung Timur Novarianto menyebutkan kuota yang sedikit itu disebabkan karena pembatasan usia yang ditetapkan oleh Arab Saudi yaitu maksimal 65 tahun.

Selain pembatasan usia, juga ada pembatasan kuota dari Arab Saudi terkait dengan masa pandemi Covid-19.

"Tahun ini kuota Belitung Timur sangat sedikit karena memang kuota provinsi bukan kuota kabupaten. Tapi Alhamdulillah ada yang bisa berangkat," kata Nova.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved