Kabar Pangkalpinang

Stok Tempe Terbatas, Harga Melonjak Usai Lebaran

Usai perayaan Idulfitri 1443 Hijriah, beberapa komoditi sayuran mengalami lonjakan harga di Pangkalpinang.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Pedagang menjajakan aneka sayuran termasuk tempe di Pasar Pagi Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Usai perayaan Idulfitri 1443 Hijriah, beberapa komoditi sayuran mengalami lonjakan harga di Pangkalpinang.

Seperti halnya tempe yang merupakan makanan sederhana dan murah ini kembali terjadi kenaikan harga di pasar Pangkalpinang. Sebelumnya harga tempe ini telah terjadi kenaikan pada awal tahun seiring dengan naiknya harga kedelai.

Naiknya harga tempe ini pun berkisar antara Rp1.000 hingga Rp3.000 dari harga jual sebelumnya. Dimana harga jual tempe di pasar Pangkalpinang bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp8.000.

Pedagang Tempe di Pasar Pagi Pangkalpinang Erna mengungkapkan, naiknya harga tempe ini telah terjadi pada hari ketiga lebaran. Kenaikan ini juga disebabkan karena beberapa pabrik yang masih belum memproduksi tempe.

"Kalau tempe ini memang dari pabriknya ngambil juga naik,terus stok tempe dari pabrik juga terbatas. Kita jual tempe ini Rp6.000 per batang untuk tempe daun. Sebelumnya memang hanya Rp5.000," ungkap Erna kepada Bangka Pos Group, Selasa (10/5).

Diakuinya, permintaan tempe dari konsumen pun meningkat hingga 20 persen dibandingkan bulan Ramadan kemarin.

"Setelah lebaran ini peminat tempe memang lebih banyak, biasanya hanya terjual 70 keping sekarang ini bisa mencapai 100 keping tempe daun," ucapnya.

Harga jual tempe yang tinggi pun terjadi di Pasar Kerabut Pangkalpinang, yakni mencapai Rp8.000 per keping tempe daun.

Pedagang di Pasar Kerabut Pangkalpinang Lina menuturkan, selain bahan baku yang naik, stok tempe yang masih terbatas jadi penyebab naiknya harga tempe saat ini.

"Harga tempe naik beberapa hari ini, karena stoknya terbatas dan kita ambil dari pabrik juga dibatasi. Terus harga jual Rp8.000 ini ukuran tempe sedikit lebih besar dari yang biasanya, kalau normal harga jual paling tinggi Rp6.000 per keping," ujar Lina.

Tak hanya tempe, ia menyebut hampir semua bahan pokok saat ini terjadi kenaikan.

"Semua barang-barang sekarang ini naik, seperti cabai, bawang dak tentu, kemarin turun, hari ini justru naik," ucap Lina.

Berbeda degan pedagang lainnya, Dewi pedagang tempe di Pasar Kerabut Pangkalpinang ini justru masih menjual tempe daun dengan harga Rp5.000 per keping.

Ia tidak menaikkan harga jual tempe karena harga tempe yang diambil dari pabrik langganannya tidak naik.

"Kalau saya jual tetap harga yang sama Rp 5.000 per keping, karena kita ambil dari pabrik harga seperti biasanya, jadi tetap jual seperti biasa walaupun memang stoknya terbatas kita beli di pabrik, tetapi karena kita langganan jadi ada jatah," ujar Dewi.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved