Kabar Pangkalpinang

Tekan Angka Stunting, DKP Kampanyekan Masyarakat Gemar Makan Ikan

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah melakukan kampanye Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Editor: Rusaidah
Istimewa/Ree
DKP Provinsi Babel mengkampanyekan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Bangka Barat menjadi kabupaten yang disorot pemerintah terkait masalah stunting.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung menurut E-PPGBM per bulan Agustus 2020, Bangka Barat menjadi kabupaten dengan angka stunting tertinggi dengan persentase 12,38 persen di Bangka Belitung.

Dalam hal menekan angka stunting, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah melakukan kampanye Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Kamis (19/5).

"Prevalensi Stunting Kecamatan Simpang Teritip tahun 2020 yakni balita 27,3 persen atau 606 balita dari 2220 balita diukur. Baduta (bayi dua tahun) 22,5 persen atau 209 dari 928 baduta diukur. Di tahun 2021 balita 23,0 persen 516 balita dari 2.238 balita diukur, Baduta 18,37baduta dari 911 baduta diukur," ujar Kepala DKP Provinsi Babel, Agus Suryadi dalam rilis kepada Bangka Pos Group, Jumat (20/5).

Tak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai upaya yang bertujuan untuk bersama-sama membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan dengan harapan meningkatkan daya tahan tubuh.

Wakil Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Soen'an Hadi Purnomo mengkampanyekan tentang keutamaan makan ikan sebagai penyediaan gizi keluarga.

"Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani merupakan jawaban yang tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan baik terhadap keluarga," kata Soen'an.

Menurut Soen'an, untuk meningkatkan konsumsi ikan di Provinsi Babel, maka membudayakan makan ikan di masyarakat terutama kalangan generasi muda adalah suatu keharusan.

Melalui Safari Gemarikan ini diharapkan tumbuh kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan yang aman, sehat, dan halal dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Dia menambahkan, Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) merekomendasikan angka kecukupan gizi perkapita perhari adalah 57 gram protein perkapita perhari yang harus dipenuhi. Untuk mencapai hal itu, maka ikan sebagai salah satu sumber protein yang murah dibandingkan dengan daging dengan segenap keunggulannya haruslah menjadi hidangan prioritas mulai sekarang.

"Ikan dapat diolah menjadi menu hidangan yang menarik melalui diversifikasi olahan seperti tingginya prevalensi stunting di Kecamatan Simpang Teritip yang notabene merupakan wilayah potensial produksi perikanan tangkap maupun perikanan budidaya," katanya. (*/s2)

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved