Pop Up Class TK Kutilang I, Ajak Anak Bermain Sambil Belajar

Menurutnya, orang tua sering kali salah pemahaman dengan perkembangan anak. Banyak orang tua yang memaksakan anak-anak terus belajar

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
KEGIATAN EDUKASI - Pihak TK Kutilang I Pangkalpinang menyelenggarakan Pop Up Class di Transmart, Pangkalpinang, Minggu (3/7/2022). Kegiatan tersebut juga bertujuan mengedukasi masyarakat Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Orang tua jangan memaksa anak-anak usia PAUD atau TK untuk belajar.

Sesuai dengan usia perkembangannya, mereka saatnya untuk bermain. Di dalam bermain itulah mereka akan belajar tentang banyak hal.

Demikian disampaikan pihak TK Kutilang I Pangkalpinang saat menyelenggarakan Pop Up Class di Transmart, Pangkalpinang, Minggu (3/7/2022).

Ketua Bidang Pendidikan Ikatan Istri Karyawan PT Timah (IIKT) Tiara Erlita, yang juga konselor TK Kutilang I Pangkalpinang menyebutkan, selain menyelenggarakan acara untuk promosi sekolah, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat Pangkalpinang, khususnya pengunjung Transmart.

"Jadi selain kami membuka pendaftaran, ada yang penting di acara kami saat ini, yaitu memberikan pemahaman utamanya kepada orang tua terkait tugas perkembangan anak. Jangan sampai terbalik, anak-anak dipaksa untuk belajar, sementara usia perkembangannya belum sampai ke situ," kata Erlita.

Menurutnya, orang tua sering kali salah pemahaman dengan perkembangan anak. Banyak orang tua yang memaksakan anak-anak terus belajar.

"Sebagian dari orang tua juga menganggap bahwa pendidikan dini anak di TK atau PAUD itu tidak urgen karena hanya bermain. Itu pemahaman yang kurang tepat," ujar Erlita.

Meski tampak hanya bermain, lanjut dia, namun TK Kutilang memiliki kurikulum yang sesuai untuk menyiapkan anak-anak asuhnya memasuki jenjang pendidikan dasar.

Di TK Kutilang dan TK lainnya, anak-anak diajak bermain yang tanpa sadar melatih motorik halus yang nantinya dibutuhkan anak saat harus belajar menulis. Yang tak kalah penting, anak-anak juga diajak bersosialisasi dengan lingkungan teman sebayanya.

"Jadi selain kami membuka pendaftaran, ada yang lebih penting dari rangkaian acara ini, yaitu memberikan edukasi kepada orang tua tentang tugas perkembangan anak," tutur Erlita.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembelajaran anak harus sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak sehingga nanti siap sekolah sesuai dengan usianya.

"Jadi untuk masuk ke sekolah SD itu anak-anak tidak beban, mereka sudah dipersiapkan sehingga ketika sekolah sudah siap," katanya.

"Contohnya adalah melatih motorik halus yang disiapkan untuk menulis, koordinasi mata dan tangan, pemahaman tentang warna pencampuran warna," lanjut Erlita.

Menempati both berhias puluhan balon dan sejumlah alat permainan edukasi, belasan anak tampak riang gembira di Transmart, Pangkalpinang.

Beberapa anak terlihat asyik menggambar dan mewarnai. Sementara itu, anak yang lain tampak asyik mendengarkan cerita dari pengasuh.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved